Jalan Rusak, Banjir, hingga Telago Kajang Lako: Ke Mana Seharusnya Arah Pembangunan Jambi Berlabuh?

Telago Kajang Lako Jambi. (Foto: Istimewa)

Portalone.net – Di tengah dinamika perkotaan yang terus bergerak, Pemerintah Provinsi Jambi kembali menginisiasi proyek ambisius, pembangunan danau buatan Telago Kajang Lako. Di atas kertas, proyek ini digadang-gadang sebagai ruang publik baru dan daya tarik wisata. Namun, di balik blueprint estetika kawasan tersebut, gelombang skeptisisme justru membahana dari masyarakat. Mengapa proyek mercusuar ini harus didahulukan ketika urat nadi perekonomian dan kenyamanan warga seperti infrastruktur jalan dan mitigasi banjir masih terbengkalai?

Pertanyaan mendasar mengemuka di tengah publik: apa urgensi dan manfaat nyata dari pembangunan danau buatan ini? Secara ekologis dan tata kota, danau buatan idealnya berfungsi sebagai daerah resapan air, pengendali banjir (retention basin), sekaligus ruang terbuka hijau (RTH). Kendati demikian, efektivitas proyek ini dipertanyakan jika tidak diiringi dengan studi kelayakan yang matang, terutama mengingat masih banyaknya prioritas dasar yang belum tuntas di Kota Jambi.

Prioritas yang Dipertanyakan: Jalan Rusak dan Ancaman Banjir

Bagi masyarakat Jambi, prioritas pembangunan saat ini seharusnya berakar pada kebutuhan mendesak (urgent needs). Hampir di setiap sudut Kota Jambi, pengendara masih harus berjibaku dengan jalanan berlubang, aspal yang tidak merata, serta perbaikan tambal sulam yang kerap berumur pendek.

Tidak kalah krusial adalah persoalan drainase. Setiap kali intensitas hujan meningkat, sejumlah wilayah di Kota Jambi langsung siaga menghadapi genangan air dan ancaman banjir. Warga menilai, alokasi anggaran daerah semestinya difokuskan secara proporsional untuk membenahi fondasi perkotaan ini, ketimbang menggelontorkan dana besar untuk proyek estetika yang dampaknya belum tentu dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

Bayang-bayang kegagalan proyek masa lalu turut memperkuat kekhawatiran publik. Contoh nyata yang masih lekat di ingatan adalah Taman Putri Pinang Masak di kawasan Pasar Angso Duo. Alih-alih menjadi pusat aktivitas publik yang hidup dan mendongkrak perekonomian lokal, taman tersebut kini seolah mangkrak berubah wujud menjadi ruang kosong tanpa fungsi yang signifikan. Pengalaman pahit ini meninggalkan kesan buruk bahwa pembangunan fisik kerap berhenti pada seremoni peresmian, tanpa strategi pengelolaan berkelanjutan (sustainable management).

Menakar Daya Saing: Fokus pada UMKM dan Industri Lokal

Lemahnya daya saing Kota Jambi dibandingkan kota-kota besar lain di Indonesia sering kali dikaitkan dengan ketidakfokusan arah kebijakan pembangunan. Di saat kota-kota lain sukses bertransformasi dengan memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penyediaan ruang komersial yang tertib, inkubasi bisnis, dan promosi industri lokal, Jambi dinilai masih tertinggal dalam ekosistem ekonomi kerakyatan.

Pemerintah daerah dituntut untuk lebih jeli membaca potensi lokal. Alih-alih mengejar proyek prestisius berskala besar yang rentan menjadi monumen mangkrak, energi birokrasi semestinya diarahkan untuk:

  1. Revitalisasi Ekonomi Kerakyatan: Memberikan fasilitas, pembinaan, dan akses pasar yang layak bagi pelaku UMKM agar kian mandiri.
  2. Perbaikan Infrastruktur Dasar: Menyelesaikan persoalan jalan rusak dan sistem drainase secara komprehensif demi menjamin mobilitas logistik dan kenyamanan warga.
  3. Akuntabilitas Proyek Publik: Memastikan setiap rupiah anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) mendatangkan return on investment sosial yang jelas dan terukur.

Kota Jambi memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan regional di Pulau Sumatra. Namun, potensi tersebut hanya akan menjadi angan-angan jika pemerintah daerah gagal menyelaraskan visi pembangunan fisik dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

Publik kini menanti ketegasan visi kepemimpinan daerah: apakah Telago Kajang Lako akan bernasib sama seperti Taman Putri Pinang Masak, ataukah pemerintah sanggup membuktikan bahwa pembangunan ini benar-benar membawa manfaat bagi seluruh warga Kota Jambi?

Bagaimana pandangan Anda terhadap arah pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi di Kota Jambi saat ini?

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Komentar (0)

Mari berdiskusi dengan sehat. Hindari kata-kata kasar dan provokasi.

💡 Info: Anda akan diminta untuk registrasi/login singkat saat mengirim komentar. Sesi Anda akan otomatis tersimpan untuk kemudahan berkomentar ke depannya.

😀 😂 😍 🙏 👍 🔥 🎉 😢

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Registrasi Diperlukan

Silahkan daftar untuk bergabung dalam diskusi.

Sudah punya akun? Login di sini

Tinggalkan Balasan