Portalone.net – Gubernur Jambi, Al Haris, melaksanakan Safari Ramadhan 1446 H di Dusun Sekeladi, Desa Batu Empang, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, Jumat (27/02/2026). Dalam kunjungannya ke wilayah pelosok ini, Al Haris meresmikan infrastruktur krusial dan membawa sederet bantuan untuk masyarakat.
Dusun Sekeladi dipilih bukan tanpa alasan. Wilayah ini dikenal sebagai “kampung tua” bersejarah yang melahirkan tokoh-tokoh besar Jambi seperti Makalam, Arifin Manap, hingga Bupati Merangin pertama, H. Kamil.
“Pembangunan tidak boleh hanya terpusat di kota. Harus menyentuh masyarakat hingga ke daerah terluar,” tegas Al Haris dalam sambutannya di Masjid Istiqomah.
Resmikan Jalan dan Targetkan ‘Merdeka’ Listrik
Poin utama dalam kunjungan ini adalah peresmian Jalan Simpang Pelawan–Batang Asai. Jalan ini menjadi urat nadi ekonomi bagi 23 desa di wilayah tersebut.
“Kalau akses terbuka, hasil pertanian lancar keluar, kebutuhan pokok mudah masuk. Inilah dasar kemajuan desa,” tambahnya.
Selain jalan, sektor penerangan juga menjadi sorotan. Pemprov Jambi melalui Dinas ESDM mengalokasikan 15 titik lampu jalan tenaga surya untuk Dusun Sekeladi. Al Haris juga memastikan perluasan jaringan PLN akan terus diupayakan agar seluruh dusun bisa menikmati listrik secara optimal.
Guyuran Bantuan: Dari Stunting hingga Insentif Babinsa
Tak datang dengan tangan kosong, Gubernur Al Haris bersama Pemkab Sarolangun menyalurkan berbagai bantuan sosial dan hibah, di antaranya:
-
Kesehatan & Stunting: 20 paket bantuan makanan tambahan (beras, telur, kacang hijau) serta biskuit khusus untuk balita stunting.
-
Sosial: Santunan untuk 15 anak yatim dan bantuan Baznas bagi 70 fakir miskin.
-
Fasilitas Umum: Bantuan kursi roda, tongkat bantu, dan CSR Bank Jambi senilai Rp 20 juta.
-
Pertanian: 7 unit handsprayer untuk Kelompok Tani Suka Makmur.
-
Keamanan: Insentif operasional bagi Babinsa dan Bhabinkamtibmas sebesar Rp 250 ribu per bulan.
Komitmen Membangun dari Pinggiran
Bupati Sarolangun, Hurmin, mengapresiasi kucuran dana dari Pemprov Jambi yang mencapai Rp 244 miliar untuk kabupaten/kota, di mana sebagian besar diarahkan ke Batang Asai. Ia juga melaporkan progres program cetak sawah seluas 84 hektare di Dusun Empang Gedang untuk ketahanan pangan.
Meski akses jalan kini sudah bisa dilalui kendaraan, Kepala Desa Batu Empang, Sayadi, mengakui tantangan masih ada, terutama saat musim hujan. Ia berharap kolaborasi antara Pemprov dan Pemkab terus berlanjut agar desa mereka sejajar dengan wilayah lain yang lebih maju.
Kegiatan Safari Ramadhan ini ditutup dengan buka puasa bersama dan Sholat Tarawih berjamaah, memperkuat silaturahmi antara pemimpin dan rakyat di jantung sejarah Batang Asai.
