Diduga Lalai Prosedur, Yamaha NMAX Neo S Diantar ke Konsumen di Jambi dengan Baut Pengereman Belum Terpasang

Sorotan Pengiriman Motor Baru: Baut Pengereman NMAX Neo S 2026 Dipertanyakan.

Portalone.net – Pengiriman motor baru oleh dealer resmi kembali menuai sorotan. Seorang calon pembeli di Kota Jambi mengaku menerima Yamaha NMAX Neo S keluaran terbaru tahun 2026 dalam kondisi yang diduga belum laik jalan. Pasalnya, saat motor tiba di rumah, calon pembeli menemukan baut pada sistem pengereman depan dan belakang disebut tidak terpasang.

Temuan itu memunculkan dugaan adanya kelalaian serius dalam proses pengecekan akhir sebelum kendaraan diserahkan ke konsumen. Pengereman merupakan komponen vital yang langsung berkaitan dengan keselamatan, dan kelalaian sekecil apa pun berpotensi berujung fatal jika motor digunakan tanpa pemeriksaan ulang.

Bacaan Lainnya

PDI Dipertanyakan: Motor Baru Tapi Minim Pemeriksaan?

Menurut pengakuan calon pembeli, kendaraan diantar oleh pihak Yamaha Sabang Raya Jambi tanpa pemeriksaan ulang di lokasi sebelum serah terima. Ia menyebut ketidakterpasangan baut terlihat jelas di bagian pengereman depan dan belakang.

Baca Juga:  Gubernur Al Haris Minta Warga Jambi Siaga Hadapi Ancaman Hidrometeorologi

“Motor baru sampai rumah, saya lihat ada baut yang tidak terpasang di bagian pengereman depan dan belakang,” ujar calon pembeli. Ia mengaku terkejut sekaligus khawatir karena unit tersebut berstatus baru dan diantar oleh dealer resmi.

Jika keterangan itu benar, maka yang dipertanyakan bukan hanya kelalaian teknis, tetapi juga pelaksanaan prosedur Pre-Delivery Inspection (PDI) tahapan standar yang semestinya memastikan motor aman, lengkap, dan sesuai spesifikasi sebelum diserahkan kepada konsumen.

Kelalaian Dealer atau QC Pabrik?

Insiden ini memunculkan pertanyaan lanjutan: di mana titik kegagalan terjadi?

Ada dua kemungkinan yang kini menjadi sorotan:

  1. Kelalaian di tingkat dealer, yakni kendaraan tidak menjalani pemeriksaan akhir secara menyeluruh, atau terdapat pengerjaan yang ditinggalkan namun tetap dikirim.
  2. Kelemahan kontrol kualitas pabrikan, apabila unit memang sudah keluar dari jalur distribusi dalam kondisi belum sepenuhnya terpasang sesuai standar.

Namun sejumlah pihak menilai dugaan kedua lebih sulit diterima tanpa bukti kuat, karena motor yang dikirim ke dealer umumnya masih melalui tahapan perakitan akhir, pengecekan, serta penguncian komponen sebelum serah terima ke pelanggan. Justru, publik mengarah pada dugaan bahwa standar pengecekan dealer tidak dijalankan sebagaimana mestinya.

Baca Juga:  BPJN Jambi Pasang Jembatan Bailey di Jalan Lintas Sumatera yang Amblas

Risiko Keselamatan: “Kalau Konsumen Tidak Teliti, Bisa Berbahaya”

Calon pembeli menilai temuan tersebut sebagai peringatan keras bagi konsumen lain. Ia menekankan bahwa masalah bukan soal kosmetik atau kelengkapan aksesori, melainkan menyangkut komponen pengereman.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait