4. SSL/TLS dan HTTPS lebih mudah diaktifkan
Keamanan koneksi kini menjadi standar. Cloudflare mempermudah penerapan HTTPS dengan sertifikat SSL/TLS, sehingga data antara pengunjung dan situs lebih terlindungi. Dampaknya bukan hanya pada keamanan, tetapi juga pada kepercayaan pengguna terutama untuk situs yang memproses data login atau transaksi.
5. DNS lebih cepat dan fitur pengelolaan yang praktis
Cloudflare juga populer sebagai layanan DNS. Pengelolaan record DNS bisa dilakukan melalui dashboard, dan performa resolusi DNS umumnya lebih responsif. Bagi tim teknis, ini membantu saat melakukan perubahan infrastruktur, migrasi server, atau pengaturan subdomain.
6. Penghematan bandwidth dan beban server
Dengan caching dan optimasi trafik, bandwidth yang keluar dari server asal dapat berkurang. Untuk beberapa pemilik situs, efeknya terasa pada stabilitas performa saat trafik naik, dan pada sisi biaya bila menggunakan layanan hosting atau server yang menghitung penggunaan bandwidth.
7. Pilihan modern untuk kebutuhan lanjutan
Untuk kebutuhan lebih “maju”, Cloudflare punya ekosistem layanan tambahan misalnya komputasi di edge (seperti Workers), penguatan akses internal (Zero Trust), hingga penyimpanan objek. Namun, manfaat inti yang paling dicari pengguna website umumnya tetap berkisar pada tiga hal: performa, keamanan, dan ketersediaan.
Catatan untuk pemilik website
Meski menawarkan banyak keuntungan, implementasi Cloudflare tetap perlu penyesuaian: pengaturan cache yang tepat, konfigurasi SSL yang sesuai, dan aturan keamanan yang tidak terlalu ketat agar tidak “memblokir” pengguna sah. Karena itu, banyak praktisi menyarankan pemilik situs memulai dari konfigurasi dasar terlebih dahulu, lalu meningkatkannya bertahap sesuai kebutuhan.
Kalau kamu mau, sebutkan jenis websitemu (blog, toko online, company profile, atau aplikasi web) dan pakai CMS apa (WordPress, Laravel, dll). Aku bisa buat versi berita yang lebih spesifik dengan sudut pandang yang pas (misalnya fokus e-commerce, media, atau UMKM). (one)







