Portalone.net – Kebutuhan layanan hosting berkapasitas besar kian diminati seiring pertumbuhan website e-commerce, portal berita, hingga aplikasi berbasis web yang mengandalkan konten multimedia dan transaksi real-time. Namun, pakar menilai banyak pemilik situs masih keliru memilih layanan karena hanya berpatokan pada harga dan besaran ruang penyimpanan, tanpa mengukur kesiapan performa dan skalabilitas.
Dalam beberapa tahun terakhir, pola penggunaan hosting berubah. Website modern tidak hanya menampung halaman statis, tetapi juga database besar, integrasi API, hingga traffic serentak yang meningkat saat kampanye atau promosi. Kondisi ini membuat shared hosting, yang mengandalkan pembagian resource server dengan banyak pengguna lain, dianggap semakin kurang ideal untuk situs berskala besar.
“Banyak kasus website sudah punya ratusan gigabyte data, tapi performanya tetap lambat. Masalahnya sering bukan di kapasitas disk, melainkan di I/O storage, RAM, dan konfigurasi caching,” ujar seorang praktisi infrastruktur digital yang ditemui terpisah.
Shared Hosting Mulai Ditinggalkan untuk Beban Tinggi
Di kalangan pelaku usaha daring, pilihan mulai bergeser ke VPS, cloud hosting, hingga dedicated server. VPS menawarkan resource yang lebih terisolasi dibanding shared hosting. Sementara cloud hosting dinilai memberi kemudahan upgrade, terutama ketika kebutuhan meningkat secara cepat.
Pemilik website dengan konten berat, seperti galeri produk, video, atau dokumen berukuran besar, juga mulai diarahkan menggunakan arsitektur yang memisahkan fungsi server aplikasi dan penyimpanan. Alih-alih menumpuk seluruh file di server utama, sebagian memilih object storage agar kapasitas bisa berkembang tanpa membebani performa.
Performa NVMe dan IOPS Jadi Pembeda
Dalam memilih hosting kapasitas besar, aspek yang disebut penting bukan hanya ukuran storage, tetapi teknologi penyimpanannya. SSD, terutama NVMe, dinilai mampu meningkatkan kecepatan baca-tulis data, yang berdampak pada akses database dan pemanggilan file.
Selain itu, indikator seperti IOPS (input/output operations per second) dan throughput menjadi pertimbangan utama, terutama untuk website yang sering melakukan operasi baca-tulis intensif misalnya marketplace dengan ribuan transaksi harian atau portal berita dengan pembaruan konten cepat.







