“Struktur tenaga kerja kita masih banyak di sektor informal dengan pendidikan rendah. Partisipasi kerja perempuan juga perlu didorong agar bonus demografi memberi manfaat nyata,” ujar Junaidi.
Sementara itu, Prof. Dr. Shofia Amin, S.E., M.Si., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi, menyoroti peran perguruan tinggi dalam mendukung implementasi PJPK. Melalui Tridarma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian, kampus bisa menjadi motor penggerak peningkatan kualitas manusia menuju Indonesia Emas 2045.
“Salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi adalah melalui KKN Tematik Bangga Kencana yang mengedukasi masyarakat terkait isu kependudukan,” tutur Shofia.
Menutup kegiatan, Kepala Perwakilan BKKBN Jambi kembali menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor, terutama dengan dunia akademik.
“Kami ingin kolaborasi ini semakin nyata. Tidak hanya antarinstansi pemerintah, tetapi juga dengan perguruan tinggi dan mahasiswa yang membawa semangat dan pemikiran baru untuk pembangunan kependudukan di Jambi,” pungkas Putut. (*)







