Berikut ini adalah beberapa faktor risiko terhadap kejadian Demensia Vaskular:
- Penyakit jantung
- Riwayat stroke
- Usia di atas 60 tahun
- Riwayat serangan jantung
- Kerusakan otak
- Pembuluh darah bermasalah
- Kadar kolesterol tinggi
- Tekanan darah tinggi
- Penyakit diabetes
- Kebiasaan merokok
- Pecandu alkohol
- Penerapan menu yang tidak sehat
- Overweight atau obesitas
- Jarangan berolahraga
- Fibrilasi atrium
Gejala Demensia Vaskular
Gejala Demensia Vaskular bervariasi, tergantung pada bagian otak yang mengalami gangguan aliran darah. Perkembangan gejala Vascular Dementia bisa terjadi secara tiba-tiba dan bertahap (mulai dari tahap ringan hingga semakin memburuk).
Berikut ini adalah beberapa tanda dan gejala Demensia Vaskular:
- Bingung
- Susah fokus
- Sering lupa atau salah mengingat sesuatu
- Merasa gelisah
- Sering beser karena tidak mampu mengontrol kandung kemih
- Perubahan suasana hati, kepribadian atau perilaku (seperti tiba-tiba menangis atau tertawa tanpa disertai alasan yang jelas)
- Tidak punya tujuan atau tidak tahu harus bertindak apa
- Sulit berbicara
- Lama atau sulit memahami
- Gangguan penglihatan
- Halusinasi
- Depresi
Kapan harus ke dokter?
Apabila Anda mendapati salah satu anggota keluarga Anda seperti kakek, nenek, ayah, atau ibu Anda memiliki beberapa gejala di atas, maka segeralah membawanya ke dokter. Dokter akan menindaklanjuti dengan beberapa tindakan diagnosis.
Diagnosis Vascular Dementia
Diagnosis Demensia Vaskular dilakukan dengan beberapa tindakan. Dokter akan memulainya dengan menggali informasi riwayat medis Anda lalu diikuti dengan gejala yang Anda alami.
Apabila diperlukan, maka ada beberapa tes yang perlu dilakukan, seperti:
- Tes laboratorium – guna menguji nilai tekanan darah, kadar kolesterol, kadar gula darah, dan lainnya.
- Tes neurologis dan neuropsikologis – guna menilai kemampuan refleks, kekuatan otot, kemampuan koordinasi gerakan, keseimbangan, kemampuan komunikasi, daya memori, daya pikir, dan lainnya.
- Pencitraan otak – dilakukan dengan menggunakan CT scan, Magnetic resonance imaging (MRI), atau Ultrasound
Pengobatan Demensia Vaskular
Sampai saat ini belum ada obat yang ampuh untuk mengobati Vascular Dementia. Pengobatan Demensia Vaskular dilakukan dengan tujuan untuk menghambat perkembangan penurunan fungsi kognitif.
Berikut ini adalah beberapa pengobatan untuk Demensia Vaskular:
- Mengobati masalah jantung
- Memperbaiki pola hidup
- Menggunakan obat-obatan untuk hipertensi, kolesterol tingggi, diabetes, dan lainnya
- Menjalani beberapa terapi seperti fisioterapi, terapi okupasi, terapi psikologis, terapi stimulasi kognitif, dan lainnya
- Dan lainnya
Itulah beberapa pengobatan yang bisa dilakukan pada penderita Demensia Vaskular. Sebaiknya, Anda melakukan konsultasi dokter untuk mendapatkan tindakan pengobatan yang tepat terkait Vascular Dementia ini.
Sumber:
- MayoClinic: Vascular Dementia. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/vascular-dementia/symptoms-causes/syc-20378793 [diakses pada 12 Juli 2019]
- Alz: Vascular Dementia. https://www.alz.org/alzheimers-dementia/what-is-dementia/types-of-dementia/vascular-dementia [diakses pada 12 Juli 2019]
- Alzheimer’sSociety: Vascular dementia: what is it, and what causes it? https://www.alzheimers.org.uk/about-dementia/types-dementia/vascular-dementia#content-start [diakses pada 12 Juli 2019]
- NHS: Vascular Dementia. https://www.nhs.uk/conditions/vascular-dementia/ [diakses pada 12 Juli 2019]
- Dementia: Vascular Dementia.https://www.dementia.org.au/about-dementia/types-of-dementia/vascular-dementia [diakses pada 12 Juli 2019]
- WebMD: Vascular Dementia. https://www.webmd.com/stroke/guide/vascular-dementia#1 [diakses pada 12 Juli 2019]
- AlzheimersResearch: Vascular dementia. https://www.alzheimersresearchuk.org/about-dementia/types-of-dementia/vascular-dementia/about/ [diakses pada 12 Juli 2019]
Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.






