Pectus Excavatum: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

cara-mengobati-pectus-excavatum-doktersehat

DokterSehat.Com – Mungkin Anda pernah mendengar istilah ‘dada burung’ atau Pectus Carinatum, yang menggambarkan orang dengan kelainan tulang dada maju. Namun, pernahkah Anda mendengar yang sebaliknya, yaitu ‘dada cekung’ atau Pectus Excavatum?

Ingin tahu lebih jauh tentang Pectus Excavatum? Simaklah penjelasan ini untuk menemukan informasi tentang pengertian, penyebab, gejala, diagnosis, komplikasi, dan pengobatan Pectus Excavatum!

Apa itu Pectus Excavatum?

Pectus Excavatum adalah suatu kondisi kelainan tulang dada dan tulang rusuk yang tumbuh dan masuk ke arah dalam. Normalnya, tulang dada dan tulang rusuk tumbuh ke arah luar (tetapi tidak berlebihan seperti pada kasus ‘dada burung’).

Penderita Pectus Excavatum biasanya memiliki tulang dada yang terlihat cekung menyerupai corong tertutup. Inilah mengapa Pectus Excavatum juga dikenal dengan istilah ‘dada cekung’.

Kelainan tulang ini termasuk kelainan bawaan atau kongenital yang dipengaruhi secara genetik, sehingga sering kali bisa dideteksi sejak awal kelahiran. Pectus Excavatum akan lebih nampak ketika seseorang berusia 2 tahun.

Akan tetapi, kejadian Pectus Excavatum juga bisa terlihat pada masa awal-awal remaja. Telah dilaporkan bahwa Pectus Excavatum sering terjadi pada laki-laki dibanding perempuan. Pectus Excavatum memang jarang terjadi, tetapi kelainan ini bisa berbahaya.

Tingkat keparahan Pectus Excavatum bisa ringan, sedang, dan berat. Pectus Excavatum dengan kondisi ringan hanya mengurangi keindahan penampilan, namun Pectus Excavatum berat bisa menekan jantung dan paru-paru.

Hal tersebut bisa menimbulkan beberapa komplikasi terkait fungsi yang mencakup kedua organ tersebut. Namun, tidak perlu cemas karena Pectus Excavatum dapat diatasi, terutama jika dilakukan jauh sebelum menginjak masa remaja.

Penyebab Pectus Excavatum

Penyebab Pectus Excavatum masih belum diketahui secara pasti. Namun, diduga kuat Pectus Excavatum terjadi karena adanya kelainan genetik pada kromosom yang terkait dengan perkembangan tulang rusuk dan tulang dada.

Kelainan tersebut menyebabkan kecacatan pada jaringan tulang rawan yang menyokong tulang rusuk tertentu. Tulang rusuk tersebut adalah tulang rusuk yang mengarah ke tulang dada. Kecacatan pada tulang rusuk tersebut menyebabkan tulang rawan di bagian itu mendorong tulang dada hingga masuk ke dalam.

Berikut ini adalah beberapa faktor risiko dari kejadian Pectus Excavatum:

  • Jenis kelamin – anak laki-laki berpeluang lebih tinggi untuk mengalami Pectus Excavatum dibandingkan anak perempuan
  • Riwayat keluarga – adanya riwayat keluarga yang mengalami Pectus Excavatum meningkatkan faktor risiko pada keturunannya
  • Menderita Sindrom Tertentu – Beberapa sindrom seperti Sindrom Marfan, Sindrom Ehlers-Danlos, Sindrom Noonan, dan Sindrom Turner meningkatkan peluang terhadap kejadian Pectus Excavatum
  • Rakhitis –
  • Skoliosis – anak yang mengalami Pectus Excavatum biasanya juga mengalami skoliosis, yakni di mana tulang belakang melengkung
  • Osteogenesis imperfekta

Gejala Pectus Excavatum

Satu gejala yang pasti nampak pada penderita Pectus Excavatum adalah penampilan dada yang melekuk ke dalam, sehingga nampak seperti sebuah corong. Gejala Pectus Excavatum yang satu itu biasanya semakin memburuk sejak masa remaja hingga dewasa.

Telah disinggung bahwa Pectus Excavatum tingkat parah bisa menekan jantung dan paru-paru. Apabila Pectus Excavatum sudah seperti itu, maka ada beberapa gejala, yakni:

  • Sering sesak napas
  • Nyeri dada
  • Palpitasi (jantung berdetak cepat)
  • Mengi atau batuk
  • Sering merasa lelah
  • Sering mengalami infeksi saluran pernapasan
  • Memiliki nafas pendek
  • Stamina kurang bagus
  • Jarang melakukan olahraga

Kapan pergi ke dokter?

Apabila Anda atau ada anggota keluarga yang memiliki cekungan di sekitar tulang dada, maka segeralah memeriksakan diri atau membawanya ke dokter. Terlebih, apabila penampakan dada cekung disertai beberapa gejala yang telah disebutkan.

Orang-orang dengan dada cekung yang mengalami beberapa gejala tersebut mungkin sudah berada pada tahap yang parah, sehingga perlu segera diatasi agar tidak berkembang semakin buruk.

Diagnosis Pectus Excavatum

Setelah tiba di ruang dokter, maka dokter akan melakukan beberapa tindakan guna menegakkan diagnosis kejadian Pectus Excavatum pada pasien. Diagnosis pertama dilakukan dengan menggali informasi kesehatan dan gejala yang dialami.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait