Portalone.net – Isra Mi’raj adalah salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah Islam yang mengandung nilai spiritual mendalam dan berbagai pelajaran bagi umat manusia.
Dalam konteks ajaran Islam, Isra Mi’raj bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang menegaskan kebesaran Allah SWT dan kedudukan istimewa Nabi Muhammad SAW.
Peristiwa ini sarat dengan simbolisme, pesan moral, dan ajaran yang relevan sepanjang masa.
Isra Mi’raj terdiri dari dua bagian perjalanan:
- Isra, yaitu perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem.
- Mi’raj, yaitu perjalanan Nabi dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha, langit tertinggi, untuk bertemu Allah SWT.
Perjalanan ini dianggap sebagai mukjizat yang menguji keimanan umat Islam. Bagi mereka yang beriman, Isra Mi’raj adalah bukti nyata kebesaran Allah dan keistimewaan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan-Nya. Sementara itu, bagi mereka yang meragukan, peristiwa ini menjadi tantangan kepercayaan terhadap hal-hal di luar logika manusia.
Penetapan Kewajiban Salat
Salah satu aspek terpenting dari Isra Mi’raj adalah penetapan kewajiban salat lima waktu. Ketika Nabi Muhammad SAW bertemu Allah SWT, beliau menerima perintah langsung untuk melaksanakan salat.
Awalnya, jumlah salat yang diwajibkan adalah 50 kali sehari, namun setelah beberapa kali negosiasi antara Nabi Muhammad SAW dan Nabi Musa AS, kewajiban tersebut diringankan menjadi lima kali sehari, tanpa mengurangi pahalanya.
Salat menjadi pilar utama dalam Islam dan merupakan ibadah yang pertama kali akan dihisab di Hari Kiamat. Oleh karena itu, Isra Mi’raj memperkuat makna salat sebagai sarana komunikasi langsung antara manusia dan Allah SWT.
Simbolisme dan Pesan Moral
Isra Mi’raj mengandung banyak simbolisme yang relevan dengan ajaran Islam:
Perjalanan Malam
Melambangkan kebangkitan spiritual dari kegelapan menuju cahaya iman.
Sidratul Muntaha
Menggambarkan batas pengetahuan manusia dan kebesaran Allah yang tak terjangkau oleh akal manusia.
Pertemuan dengan Para Nabi
Menunjukkan kesinambungan ajaran para nabi sebelumnya dan kesatuan dalam risalah tauhid.







