“Ternyata tidak terealisasi,” ujar Wahyu.
Menurut APDI, lonjakan harga paling berat dirasakan kelompok masyarakat menengah ke bawah. Karena itu, asosiasi menyebut mogok dagang dilakukan untuk “menjaga eksistensi” pedagang dan mendorong kondisi pasar yang lebih terkendali di seluruh pasar dan RPH se-Jabodetabek.
DPD APDI turut meminta Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman segera mengambil langkah pengendalian harga daging sapi.
“Untuk hajat hidup orang banyak dan keberlangsungan UMKM hilirisasi,” kata Wahyu.
Surat pemberitahuan mogok dagang itu, menurut APDI, telah dikirimkan kepada Kementerian Perdagangan, Bapanas, Komisi IV DPR RI, Mabes Polri, Polda Metro Jaya, serta RPH se-Jabodetabek.







