Portalone.net – Pemerintah Iran dilaporkan telah menetapkan empat syarat utama untuk menyetujui kesepakatan damai dengan Amerika Serikat (AS). Langkah ini diambil sebagai upaya mengakhiri konflik bersenjata yang telah memanas sejak 28 Februari lalu.
Melansir laporan Middle East Monitor yang mengutip Channel 12 Israel, tuntutan tegas tersebut disampaikan dalam pembicaraan tidak langsung yang sebelumnya diumumkan oleh Presiden AS, Donald Trump.
Dalam negosiasi tersebut, Iran menekankan empat poin krusial yang harus dipenuhi Washington jika ingin menghentikan ketegangan:
-
Jaminan Gencatan Senjata: Teheran meminta kepastian hukum dan diplomatik bahwa konfrontasi militer tidak akan dilanjutkan kembali di masa depan.
-
Kendali Selat Hormuz: Iran menuntut pengaturan baru yang menempatkan jalur perdagangan maritim strategis, Selat Hormuz, sepenuhnya di bawah kendali mereka.
-
Penutupan Pangkalan Militer: Iran mendesak AS untuk menutup seluruh basis militer mereka yang berada di kawasan Timur Tengah.
-
Kompensasi Perang: Teheran menuntut ganti rugi finansial atas seluruh kerugian ekonomi dan infrastruktur yang dialami Iran selama periode konflik berlangsung.
Respon Donald Trump
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa komunikasi dengan pihak Iran telah terjalin selama beberapa waktu. Dalam pidatonya di Tennessee, Trump meyakini bahwa kali ini pihak Teheran menunjukkan keseriusan untuk berunding.
“Ini merupakan hasil dari kinerja luar biasa militer kami. Kami berharap kesepakatan dapat dicapai,” ujar Trump.
Meski membuka pintu dialog, Trump memberikan peringatan keras bahwa fokus utama AS adalah memastikan Iran tidak akan pernah memiliki akses terhadap senjata nuklir. Ia menyebut situasi saat ini adalah kesempatan terakhir bagi Iran untuk memperbaiki hubungan internasionalnya.
“Iran kini memiliki satu kesempatan lagi untuk mengakhiri ancamannya terhadap Amerika dan sekutu kami. Bagaimanapun, kami akan memastikan dunia menjadi lebih aman dan stabil,” pungkasnya.
Hingga saat ini, situasi di kawasan masih menjadi sorotan dunia, mengingat serangan rudal dilaporkan masih sempat terjadi di tengah klaim negosiasi yang sedang berlangsung.







Komentar (0)
Mari berdiskusi dengan sehat. Hindari kata-kata kasar dan provokasi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!