Penembakan Massal di Canada: Apa yang Kita Ketahui Sejauh Ini tentang Penembakan Tumbler Ridge

Ilustrasi komunitas Tumbler Ridge. (Foto: dibuat oleh AI / Portalone.net)

Portalone.net – Komunitas kecil Tumbler Ridge yang biasanya tenang kini diselimuti duka mendalam. Sebuah aksi penembakan massal yang terjadi pada Selasa, 10 Februari 2026, telah merenggut nyawa sembilan orang dan melukai puluhan lainnya, menjadikannya salah satu insiden kekerasan senjata paling mematikan dalam sejarah modern Kanada.

Pihak berwenang dan warga setempat masih berjuang memahami motif di balik serangan brutal yang melibatkan seorang remaja berusia 18 tahun ini. Berikut adalah fakta-fakta kunci yang telah dikonfirmasi oleh kepolisian (RCMP) sejauh ini.

1. Kronologi Kejadian
Serangan dimulai pada Selasa siang di sebuah rumah tinggal pribadi sebelum berpindah ke Tumbler Ridge Secondary School.

Pukul 13.20 PST: Polisi menerima laporan pertama mengenai penembak aktif di sekolah menengah setempat.

Di Lokasi Pertama (Rumah): Pelaku diduga menembak mati ibu kandungnya (39) dan saudara tirinya yang baru berusia 11 tahun sebelum berangkat menuju sekolah.

Di Sekolah: Pelaku masuk ke area sekolah dengan membawa senjata laras panjang dan pistol yang telah dimodifikasi. Ia melepaskan tembakan di tangga sekolah dan area perpustakaan.

Respon Cepat: Petugas kepolisian tiba di lokasi dalam waktu dua menit. Terjadi baku tembak singkat saat pelaku menembaki petugas yang mendekat, sebelum akhirnya pelaku ditemukan tewas akibat luka tembak yang dilakukan sendiri.

2. Identitas Pelaku
Kepolisian Kerajaan Kanada (RCMP) mengidentifikasi tersangka sebagai Jesse Van Rootselaar, seorang warga lokal berusia 18 tahun.

Latar Belakang: Jesse diketahui sebagai seorang perempuan trans yang telah memulai transisi sekitar enam tahun lalu.

Rekam Jejak: Polisi mengonfirmasi bahwa mereka pernah mendatangi rumah tersangka di masa lalu terkait masalah kesehatan mental.

Senjata: Dua senjata api ditemukan di lokasi kejadian. Meskipun Jesse pernah memiliki izin senjata api, izin tersebut dilaporkan telah kedaluwarsa pada tahun 2024.

3. Korban Jiwa dan Luka-luka
Total korban tewas mencapai 9 orang (termasuk pelaku). Awalnya sempat dilaporkan 10 orang tewas, namun satu korban yang kritis berhasil diselamatkan dan kini dalam perawatan intensif.

Di Sekolah: Seorang guru perempuan (39) dan lima siswa (berusia antara 12 hingga 13 tahun) tewas.

Di Rumah: Ibu pelaku (39) dan saudara tirinya (11).

Luka-luka: Sekitar 27 orang lainnya terluka, baik karena luka tembak maupun cedera saat mencoba menyelamatkan diri.

“Bangsa ini berduka bersama Anda. Orang tua, kakek-nenek, dan saudara di Tumbler Ridge bangun pagi ini tanpa orang-orang yang mereka cintai,” ujar Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, dalam pernyataan resminya.

4. Motif Masih Misteri
Hingga saat ini, penyidik dari Unit Kejahatan Utama belum dapat memastikan motif spesifik dari serangan ini. Tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa individu tertentu di sekolah menjadi target sengaja, selain anggota keluarganya sendiri di lokasi pertama. Penyelidikan kini difokuskan pada aktivitas digital pelaku dan riwayat kesehatan mentalnya.

5. Dampak Nasional
Tragedi ini memicu kembali perdebatan sengit mengenai kontrol senjata api di Kanada. Meskipun negara ini memiliki aturan yang lebih ketat dibandingkan tetangganya, Amerika Serikat, keberadaan “pistol yang dimodifikasi” dalam insiden ini meningkatkan kekhawatiran mengenai peredaran senjata ilegal.

Sebagai bentuk penghormatan, bendera di seluruh gedung pemerintah Kanada akan dikibarkan setengah tiang selama tujuh hari. (Chnz)

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait

Komentar (0)

Mari berdiskusi dengan sehat. Hindari kata-kata kasar dan provokasi.

😀 😂 😍 🙏 👍 🔥 🎉 😢

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Registrasi Diperlukan

Silahkan daftar untuk bergabung dalam diskusi.

Sudah punya akun? Login di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *