Portalone.net – Ketegangan di Timur Tengah semakin memanas setelah Angkatan Laut Iran mengumumkan peluncuran gelombang serangan drone terbaru yang menargetkan wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Uni Emirat Arab (UEA) dan Kuwait pada Sabtu (7/3/2026).
Serangan balasan ini menandai hari kedelapan eskalasi konflik antara Iran melawan aliansi AS-Israel yang telah pecah sejak 28 Februari lalu.
Dalam pernyataan resmi yang disiarkan kantor berita IRNA, militer Iran mengonfirmasi bahwa unit angkatan laut mereka telah mengerahkan “gelombang besar” pesawat tak berawak.
“Angkatan Laut Iran menargetkan pangkalan Amerika dan wilayah pendudukan (Israel) dengan gelombang besar serangan drone,” tulis pernyataan tersebut.
Beberapa titik yang menjadi sasaran utama meliputi:
- Pangkalan Al Minhad, Uni Emirat Arab (UEA).
- Pangkalan militer AS di Kuwait.
- Fasilitas strategis di wilayah Israel.
Dampak serangan ini mulai terasa di pusat transportasi global. Seorang saksi mata melaporkan kepada AFP adanya suara ledakan di langit sekitar Bandara Dubai yang diikuti oleh kepulan asap.
Data dari situs pelacakan penerbangan Flightradar24 menunjukkan sejumlah pesawat terpaksa melakukan pola menunggu (holding pattern) di atas bandara sebelum diizinkan mendarat. Meski demikian, pihak Dubai Media Office mengecilkan dampak insiden tersebut.
“Hanya insiden kecil akibat puing-puing drone yang jatuh setelah berhasil dicegat,” tulis pernyataan resmi otoritas Dubai.







