Portalone.net – Di tengah eskalasi ketegangan di Timur Tengah, ambisi nuklir Iran kerap menjadi pembenaran bagi Israel untuk meluncurkan serangan udara. Puncaknya, pada Sabtu (28/2/2026), Israel bersama Amerika Serikat menggempur Teheran demi melumpuhkan fasilitas atom Negeri Para Mullah tersebut.
Namun, di balik tudingan kerasnya terhadap Iran, Israel menyimpan rahasia besar yang selama puluhan tahun terkunci rapat: sebuah program senjata nuklir yang masif namun tak pernah diakui secara resmi.
Hingga saat ini, Tel Aviv tetap menggunakan retorika diplomatis yang abu-abu, menyatakan bahwa mereka “tidak akan menjadi negara pertama yang memperkenalkan senjata nuklir di Timur Tengah.”
Misteri di Balik Reaktor Dimona
Pusat pengembangan “kiamat” Israel ini diyakini berada di Pusat Penelitian Nuklir Shimon Peres Negev, yang terletak di dekat kota Dimona. Lokasi ini menjadi salah satu tempat paling terisolasi di dunia bagi pemantau internasional.
Berbeda dengan Iran, Israel bukan penandatangan Perjanjian Non-proliferasi Nuklir (NPT). Hal ini membuat Badan Energi Atom Internasional (IAEA) maupun PBB tidak memiliki akses hukum untuk menginjakkan kaki di sana.
Laporan terbaru dari citra satelit dalam lima tahun terakhir menunjukkan aktivitas konstruksi besar-besaran di Dimona. Lembaga riset SIPRI (Stockholm International Peace Research Institute) menduga Israel tengah memodernisasi reaktornya untuk meningkatkan produksi plutonium.
Kekuatan Militer yang Tersembunyi
Seberapa besar sebenarnya taring nuklir Israel? Data dari Pusat Pengendalian Senjata dan Nonproliferasi memperkirakan Israel memiliki:






