Portalone.net – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan tidak khawatir atas laporan yang menyebut Rusia memberikan bantuan intelijen kepada Iran. Bantuan tersebut diduga berupa informasi detail mengenai posisi pasukan dan aset militer AS di kawasan Timur Tengah.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menegaskan bahwa Washington terus memantau pergerakan tersebut. Ia menilai, koordinasi antara Moskwa dan Teheran tidak akan menyurutkan apalagi mengganggu operasi militer yang tengah berjalan.
Dalam wawancara di program 60 Minutes CBS, Jumat (6/3/2026), Hegseth mengungkapkan bahwa militer AS memiliki kendali penuh terhadap situasi di lapangan, termasuk menyadap komunikasi antar-lawan.
“Kami memantau semuanya. Para komandan kami mengetahui semuanya,” ujar Hegseth sebagaimana dikutip dari AFP.
Ia memamerkan kecanggihan teknologi pemantauan AS yang diklaim mampu mendeteksi interaksi sekecil apa pun di zona konflik.
“Kami memiliki intelijen terbaik di dunia. Kami tahu siapa berbicara dengan siapa. Kami tidak khawatir soal itu (bocoran Rusia), kami sudah mengantisipasinya,” lanjutnya.
Senada dengan Pentagon, Gedung Putih melalui Juru Bicara Karoline Leavitt memastikan bahwa laporan The Washington Post terkait kebocoran posisi kapal perang dan pesawat militer AS tidak mengubah peta serangan.
Leavitt menegaskan bahwa operasi militer gabungan antara AS dan Israel di Iran tetap mencapai target yang ditentukan.
“Hal itu jelas tidak membuat perbedaan terhadap operasi militer di Iran karena kami benar-benar sedang melumpuhkan mereka,” tegas Leavitt kepada awak media.
Ketegangan di kawasan ini memang dilaporkan terus memanas. Sebelumnya, diberitakan enam tentara AS tewas akibat serangan drone di pangkalan militer Kuwait, sementara kantor CIA di Riyadh juga menjadi sasaran serangan.
Di sisi lain, laporan intelijen menyebutkan bahwa meski Rusia aktif memberikan informasi posisi aset militer AS, China cenderung menahan diri dan tidak terlihat membantu sistem pertahanan Iran secara langsung dalam konflik ini.
Hingga berita ini diturunkan, Iran mengklaim telah memegang kendali penuh atas Selat Hormuz, jalur vital energi dunia, sebagai respons atas gelombang serangan udara Israel yang menyasar ibu kota Teheran.






