Bad Bunny Ciptakan Fenomena Budaya. Mampukah Ia Memicu Gelombang Politik?

Ilustrasi Benito Antonio Martínez Ocasio (Foto: Portalone.net / AI)

Demokrat Ingin Menangkap Momentum
Bagi Partai Demokrat, momen ini datang di saat krusial. Setelah mengalami kemunduran dalam pemilu 2024 dan kehilangan sebagian dukungan Latino, partai tersebut tengah mencari strategi untuk merebut kembali hati pemilih Hispanik menjelang pemilu sela.
Mantan anggota DPR Luis Gutiérrez mengkritik pendekatan Demokrat yang dinilainya kurang agresif dalam menjangkau komunitas Latino. “Anda tidak mengetuk pintu mereka, tidak menyampaikan pesan dengan tepat, lalu heran mengapa mereka memilih Trump,” ujarnya. “Partai harus merangkul momen ini.”

Anggota DPR Delia Ramirez menambahkan bahwa menyatukan komunitas Latino bukan perkara mudah. “Kami berasal dari 23 negara berbeda, dengan budaya dan dinamika masing-masing. Fakta bahwa Bad Bunny mampu membuat Puerto Rico, Meksiko, Guatemala, dan Republik Dominika merasa terwakili itu luar biasa.”
Namun, tantangan tetap ada. Kelompok konservatif seperti Turning Point menggelar acara tandingan bertajuk “All American Halftime Show” yang menampilkan Kid Rock sebagai bentuk “kontra-narasi” terhadap penampilan Bad Bunny. Mereka menyebut perlu adanya suara yang membela “Amerika tradisional” dan supremasi hukum.

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Gertakan Tarif Trump Guncang Dunia: Saham Rontok, Bitcoin Ambruk, Emas Melejit

Menariknya, Bad Bunny sendiri tetap irit bicara soal isi penampilannya. Dalam konferensi pers pratinjau di San Francisco, ia hanya menyebut bahwa pertunjukan itu akan menjadi “pesta besar” yang membawa budaya Puerto Rico ke panggung dunia.

Namun bagi banyak politisi Demokrat, hampir mustahil membayangkan ia tampil tanpa pesan tersirat. “Tidak ada skenario di mana ia tidak menyampaikan pesan,” ujar anggota DPR Robert Garcia (D-California). “Ada momen dalam sejarah yang menyatukan komunitas dan menguatkan mereka dalam gerakan politik. Saya pikir ini salah satunya.”
Dari Solidaritas Budaya ke Mobilisasi Politik?

Fenomena Bad Bunny menunjukkan bahwa budaya pop dapat menjadi jembatan identitas yang kuat. Musiknya melintasi batas negara, bahasa, dan generasi. Pertanyaannya kini: apakah energi solidaritas itu dapat diterjemahkan menjadi mobilisasi politik nyata?
Sejarah Amerika menunjukkan bahwa seni dan musik kerap menjadi katalis perubahan sosial dari era hak sipil hingga gerakan anti-perang. Bad Bunny mungkin tidak secara eksplisit mencalonkan diri atau memimpin kampanye, tetapi pengaruhnya terhadap jutaan penggemar Latino tak dapat diabaikan.

Baca Juga:  Imigrasi Singapura Makin Ketat, 41.800 WNA Ditolak Masuk hingga November 2025

Di panggung Super Bowl yang ditonton ratusan juta orang, setiap lirik, visual, atau simbol bisa bermakna lebih dari sekadar hiburan. Bagi sebagian orang, ini adalah konser. Bagi yang lain, ini adalah pernyataan.

Dan bagi Partai Demokrat, ini bisa menjadi peluang terakhir untuk membuktikan bahwa mereka benar-benar mendengar suara komunitas yang selama ini mereka klaim wakili. (Chnz)

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *