Hingga saat ini, sekitar 2.000 warga telah mengungsi ke rumah sanak saudara, sementara lebih dari 1.200 lainnya dievakuasi ke tempat penampungan yang telah disediakan pemerintah.
Rekaman yang disiarkan oleh NHK pada dini hari menunjukkan kobaran api mendekati permukiman, dengan asap putih mengepul tinggi ke udara. Kondisi kering yang ekstrem diyakini sebagai salah satu faktor utama kebakaran ini.
Pada Februari lalu, Kota Ofunato hanya mencatat curah hujan sebesar 2,5 milimeter, jauh di bawah rata-rata bulanan sebesar 41 milimeter dan bahkan memecahkan rekor terendah sebelumnya sejak 1967.
Meski jumlah kebakaran hutan di Jepang menurun sejak puncaknya pada 1970-an, data pemerintah menunjukkan bahwa masih ada sekitar 1.300 kasus kebakaran hutan yang terjadi sepanjang 2023.
Mayoritas kebakaran terjadi pada periode Februari hingga April, saat udara kering dan angin kencang mempercepat penyebaran api.
Pemerintah Jepang kini bekerja ekstra untuk mengatasi bencana ini, mengingat dampaknya yang semakin meluas. Warga yang terdampak diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan evakuasi guna menghindari risiko lebih besar. (one)







