Kerjasama Malaysia-Singapura Luncurkan Zona Ekonomi Khusus

Singapura dan Malaysia Jalin kerjasama.

Portalone.net – Zona yang didirikan di negara bagian Johor di selatan Malaysia dan terhubung dengan Singapura melalui jalan lintas itu terletak di salah satu perbatasan darat tersibuk di dunia, dengan rata-rata lebih dari 300.000 orang melewatinya setiap hari.

Malaysia dan Singapura pada Selasa (7/1) mengumumkan kesepakatan untuk membangun zona ekonomi khusus di perbatasan mereka, yang bertujuan untuk mendorong investasi serta mempermudah pergerakan orang dan barang.

Bacaan Lainnya

Zona yang didirikan di negara bagian Johor di selatan Malaysia dan terhubung dengan Singapura melalui jalan lintas itu terletak di salah satu perbatasan darat tersibuk di dunia, dengan rata-rata lebih dari 300.000 orang melewatinya setiap hari.

Wilayah seluas 3.571 kilometer persegi—hampir lima kali lebih besar dari Singapura—akan menyediakan ruang yang sangat dibutuhkan bagi perusahaan-perusahaan di negara kota yang kaya, tetapi kekurangan lahan untuk melakukan ekspansi.

Baca Juga:  Imigrasi Singapura Makin Ketat, 41.800 WNA Ditolak Masuk hingga November 2025

Hal tersebut juga memberi mereka akses ke biaya tenaga kerja yang lebih murah dan jumlah pekerja yang lebih besar, sementara Malaysia mendapatkan akses yang lebih baik terhadap konektivitas laut dan udara Singapura.”

“Ini adalah proyek penting yang akan memanfaatkan kekuatan saling melengkapi antara Singapura dan Johor, sehingga keduanya bisa menjadi lebih kompetitif, meningkatkan proposisi nilai, dan bersama-sama menarik lebih banyak investasi ke wilayah kita,” ujar Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengatakan dalam konferensi pers.

Sumber: DBS Singapura Incar Akusisi Saham Bank Malaysia

“Ada banyak kekuatan yang dapat kita manfaatkan dari kedua belah pihak.”

Anwar menyebut zona tersebut sebagai “inisiatif unik,” menambahkan bahwa “sangat jarang dua negara bekerja sama sebagai satu tim.”

Kementerian Ekonomi Malaysia menyatakan bahwa pergerakan di perbatasan akan dipermudah melalui jalur imigrasi otomatis dan izin tanpa kertas untuk pengiriman barang.

Kebijakan dan insentif, seperti keringanan pajak, hibah, dan peraturan yang lebih fleksibel, juga akan disiapkan, tambah kementerian tersebut.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *