Portalone.net – Kota Jambi kembali diselimuti kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Kamis (22/10/2026) pagi. Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), tingkat kualitas udara di wilayah ini tercatat berada di angka 266, yang menempatkannya ke dalam kategori berbahaya bagi kesehatan masyarakat.
Pekatnya kabut asap tampak membatasi jarak pandang secara drastis sejak pagi hari, membuat aktivitas warga di ruang terbuka terganggu. Tingginya konsentrasi partikulat halus (Particulate Matter / PM2.5) memaksa sebagian besar warga kembali mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan guna menghindari risiko gangguan saluran pernapasan akut (ISPA).
Menyusul kualitas udara yang kian memburuk dan berstatus berbahaya, Pemerintah Kota Jambi mengambil langkah cepat dengan memperpanjang kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh satuan pendidikan.
Kebijakan belajar dari rumah ini mencakup jenjang pendidikan PAUD/TK, SD, hingga SMP, dan mulai diberlakukan kembali pada Kamis (22/10/2026) hingga batas waktu yang belum ditentukan, atau sampai kualitas udara dinyatakan aman bagi kesehatan anak-anak.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Jambi menjelaskan bahwa keputusan perpanjangan PJJ ini mengacu pada Surat Edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 20 Tahun 2026 serta Surat Edaran Wali Kota Jambi Nomor 29 Tahun 2026 tentang Antisipasi Dampak Pencemaran Udara di lingkungan satuan pendidikan.
“Pemerintah daerah mengimbau kepada para orang tua untuk mengawasi anak-anaknya agar tidak beraktivitas di luar ruangan demi keselamatan bersama selama kualitas udara masih berada pada level berbahaya”.
Krisis kabut asap yang berulang ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan masyarakat. Warga mendesak agar satuan tugas penanggulangan bencana memperkuat operasi darat maupun udara secara masif guna memadamkan titik-titik api yang masih membara di sejumlah wilayah penyangga, sehingga kabut asap dapat segera teratasi dan aktivitas sosial-ekonomi masyarakat kembali normal.
