Portalone.net – Amerika Serikat secara resmi mengumumkan penarikan seluruh pasukan militernya dari Irak pada Rabu (30/9). Keputusan ini sekaligus mengakhiri misi militer koalisi selama 12 tahun yang difokuskan untuk menumpas kelompok ISIS di kawasan tersebut.
Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, menyatakan bahwa personel dan peralatan militer terakhir telah diterbangkan keluar dari pangkalan udara di Irbil, Irak Utara.
“Tonggak sejarah ini mencerminkan keberhasilan kampanye selama 12 tahun yang mengalahkan ISIS sebagai ancaman militer terorganisir di Irak dan di seluruh wilayah,” ujar Parnell sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.
Parnell menjelaskan, penarikan ini menandai transisi signifikan dari operasi militer masa perang menuju kemitraan keamanan bilateral yang normal dan dipimpin langsung oleh pemerintah Irak. Kendati demikian, Washington berkomitmen untuk tetap memberikan dukungan terbatas berupa pelatihan serta bantuan intelijen yang disesuaikan dengan kebutuhan keamanan Irak.
Dari Washington, Presiden AS Donald Trump menyambut baik penyelesaian penarikan pasukan yang berjalan lancar dan tertib tersebut.
“Hari ini adalah hari kemenangan untuk Amerika Serikat, kemenangan bagi Irak, dan kemenangan telak atas ISIS,” tegas Trump.
Keterlibatan militer modern AS di Irak berakar dari invasi tahun 2003 untuk menggulingkan rezim Saddam Hussein, yang berujung pada pendudukan dan penumpasan pemberontakan berkepanjangan sebelum penarikan pertama pada akhir 2011.
Namun, dinamika keamanan kawasan berubah drastis ketika ekspansi brutal ISIS memaksa otoritas Irak kembali memanggil bantuan militer AS kurang dari tiga tahun berselang.
Setelah bertahun-tahun beroperasi di bawah payung koalisi internasional, kedua negara akhirnya mencapai kesepakatan pada 2024 untuk mengakhiri misi tempur Washington di Irak secara bertahap, membuka babak baru dalam hubungan diplomatik dan pertahanan bilateral kedua negara.
