Portalone.net – Gubernur Jambi, Al Haris, menerima audiensi Komisaris Utama PT Jasa Raharja (Persero), Aan Suhanan, di Pendopo Agung Rumah Dinas Gubernur Jambi, Jumat (24/7/2026). Pertemuan ini membahas penguatan sinergi strategis antara pemerintah daerah dan BUMN dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, tata kelola transportasi darat, serta optimalisasi pendapatan pajak kendaraan bermotor di Provinsi Jambi.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Al Haris didampingi oleh Wali Kota Jambi Maulana, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi Jhon Eka Powa, serta Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi Ariansyah. Sementara itu, Aan Suhanan hadir bersama Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin dan Direktur Operasional Ariyandi, serta turut dihadiri oleh Dirjen Perhubungan Darat.
Gubernur Al Haris menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan pembinaan yang diberikan oleh jajaran pimpinan Jasa Raharja. Ia menekankan bahwa hubungan antara Pemprov Jambi dan Jasa Raharja sangat erat, terutama dalam pengelolaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang memiliki potensi besar seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan kendaraan.
“Peningkatan kesadaran masyarakat untuk menaati peraturan dan membayar pajak tepat waktu sangat penting untuk mendukung pelayanan publik dan pembangunan daerah,” ujar Al Haris.
Selain sektor perpajakan, diskusi strategis ini juga menyoroti pemeliharaan infrastruktur jalan yang menopang sektor pertambangan, khususnya jalur angkutan batubara. Menurut Al Haris, penataan infrastruktur sangat krusial untuk meminimalkan kerusakan jalan akibat aktivitas angkutan berat. Pihaknya juga mendorong peran aktif sektor swasta dalam pembangunan infrastruktur luar kota guna mendukung mobilitas dan perekonomian wilayah.
Di sisi lain, Komisaris Utama PT Jasa Raharja, Aan Suhanan, mengapresiasi langkah konkret Pemprov Jambi dalam mendongkrak kepatuhan pajak serta menata sistem transportasi darat. Ia menilai berbagai inovasi dan instrumen yang disiapkan pemerintah daerah berpotensi besar dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat yang pada akhirnya kembali dinikmati melalui pembangunan infrastruktur.
Aan juga menyoroti kolaborasi positif di sektor transportasi, termasuk peralihan dari kendaraan pribadi ke angkutan massal melalui kehadiran layanan kendaraan listrik berbayar (GTS) bersubsidi. Inisiatif tersebut dinilai berhasil meningkatkan aksesibilitas publik, termasuk bagi kalangan pelajar di Jambi.
Audiensi ini diharapkan dapat memperkokoh kolaborasi lintas sektoral antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, instansi transportasi, dan BUMN demi mewujudkan layanan publik yang lebih optimal serta infrastruktur yang berkelanjutan di Provinsi Jambi.
