Portalone.net – Sejumlah bidang usaha diperkirakan paling menjanjikan sepanjang 2026, seiring dorongan digitalisasi, percepatan adopsi kecerdasan buatan (AI), dan meningkatnya arus proyek transisi energi. Laporan ekonomi digital terbaru di Asia Tenggara menunjukkan pertumbuhan kembali e-commerce dan lonjakan video commerce, sementara dokumen perencanaan kelistrikan Indonesia menempatkan energi terbarukan dan infrastruktur jaringan sebagai sumber investasi besar dan penciptaan lapangan kerja.
Di ekonomi digital, peluang terbesar diperkirakan berada pada layanan yang “menempel” ke pelaku usaha bukan hanya membuat aplikasi baru. Temasek menyebut video commerce kini sekitar seperempat dari total GMV ekonomi digital Asia Tenggara, dan proyeksi 2025 masih menunjukkan kenaikan GMV serta pendapatan.
Di Indonesia, Google menyampaikan ekonomi digital diproyeksikan mendekati GMV sekitar US$100 miliar pada 2025, didorong antara lain oleh video commerce, layanan keuangan digital, media digital, dan adopsi AI. Tren itu dinilai masih berlanjut ke 2026, sehingga membuka ruang bagi penyedia solusi penjualan berbasis video, manajemen katalog, live shopping studio, affiliate management, fulfillment, hingga customer service berbasis AI.
Berikut rangkuman bidang usaha yang dinilai “bagus” untuk 2026 dengan catatan, prospeknya kuat karena ditopang arah permintaan dan kebijakan, bukan semata tren musiman:
1. Jasa AI praktis untuk UMKM dan bisnis ritel
Permintaan diperkirakan mengarah ke AI yang langsung menghemat biaya atau menaikkan penjualan: otomasi layanan pelanggan, pembuatan materi promosi, analisis stok dan permintaan, sampai agentic AI untuk menjalankan alur kerja berulang. McKinsey menyoroti pergeseran ke AI yang lebih “bertindak” (misalnya menjalankan tugas multi-langkah) sekaligus meningkatnya kebutuhan tata kelola dan keamanan.
Contoh usaha: agensi implementasi AI (paket untuk toko online), integrator chatbot, AI ops sederhana untuk UKM, pelatihan prompting dan SOP konten.
2. Enabler video commerce dan social selling
Kenaikan porsi video commerce mendorong kebutuhan “infrastruktur” ekosistem: manajemen host, produksi siaran langsung, analitik performa konten, integrasi pembayaran, hingga logistik cepat. Ini bukan pasar satu aplikasi; pemain kecil bisa masuk sebagai vendor spesialis.
Contoh usaha: studio live shopping untuk brand lokal, manajemen affiliate, perangkat analitik dan katalog untuk penjual.
3. Keamanan siber dan privasi data untuk sektor jasa & kesehatan
WEF menempatkan perubahan teknologi AI, data, dan keamanan sebagai pendorong utama perubahan pekerjaan hingga 2030. Makin banyak bisnis memakai AI dan transaksi digital, makin besar kebutuhan keamanan dasar (audit, phishing awareness, konfigurasi cloud, respon insiden) terutama untuk organisasi yang belum punya tim keamanan.
Contoh usaha: managed security service skala UKM, pelatihan keamanan untuk karyawan, audit konfigurasi cloud ringan.
4. Rantai nilai energi terbarukan dan efisiensi energi
Rencana pasokan listrik Indonesia 2025–2034 menargetkan tambahan kapasitas besar dengan porsi dominan energi terbarukan (termasuk solar+baterai, hidro, panas bumi), serta membuka peluang investasi pembangkit, transmisi, dan gardu. Materi resmi ESDM/PLN juga menonjolkan serapan tenaga kerja besar dan dominasi green jobs pada segmen pembangkitan.
Contoh usaha: EPC skala kecil untuk PLTS atap industri/komersial, audit hemat energi (pabrik/gudang), pemeliharaan aset surya, integrasi baterai untuk bisnis.
5. Pembiayaan hijau dan jasa pendukung kepatuhan ESG
OJK menerbitkan Taxonomy for Indonesian Sustainable Finance (TKBI) versi terbaru untuk mendorong pembiayaan berkelanjutan. Dengan makin banyak proyek dan pinjaman berlabel hijau, peluang tumbuh pada jasa pendampingan dokumen, pengukuran emisi/energi, hingga pelaporan ESG untuk perusahaan menengah dan pemasok industri.
Contoh usaha: konsultan pelaporan ESG untuk UKM pemasok, jasa energy & carbon baseline, penyusunan dokumen pembiayaan hijau.
6. Kesehatan preventif, pangan fungsional, dan merek makanan “lebih sehat”
Perubahan perilaku konsumen ke arah kesehatan mendorong pasar pangan fungsional dan produk yang menonjolkan manfaat tertentu (misalnya rendah gula, tinggi serat, fermentasi, herbal). BPOM juga aktif mendorong ekosistem UMKM pangan melalui kolaborasi dan pembinaan kepatuhan, yang membuka ruang bagi produsen kecil yang disiplin mutu dan perizinan.
Contoh usaha: healthy snack lokal, katering sehat, ready-to-drink fungsional, jasa pendampingan izin & label pangan.
7. Pendidikan keterampilan digital dan upskilling berbasis kebutuhan kerja
WEF memperkirakan disrupsi keterampilan berlanjut hingga 2030, dengan permintaan yang naik pada keterampilan data/AI, keamanan siber, dan peran terkait transisi hijau. Ini memperkuat prospek lembaga kursus praktis yang menautkan pelatihan ke kebutuhan kerja (portofolio, proyek nyata, sertifikasi).
Contoh usaha: bootcamp micro-skill (AI untuk admin, sales, akuntansi), pelatihan operator solar/maintenance, job-ready cybersecurity.
Catatan risiko (yang sering menentukan berhasil atau tidak)
-
Biaya akuisisi pelanggan di ekonomi digital bisa tinggi model bisnis yang menang biasanya punya niche jelas (misalnya satu kategori industri) dan retensi kuat.
-
Ketidakpastian makro (suku bunga, volatilitas pasar) tetap jadi faktor, sehingga usaha yang cepat mencapai arus kas positif cenderung lebih tahan.
-
Regulasi & kepatuhan (data, pangan, energi) perlu dihitung dari awal agar tidak mahal di belakang







