Bos IAEA Wanti-wanti Kemampuan Nuklir Korut Meningkat Pesat!

Ilustrasi IAEA Pantau Aktivitas Nuklir Korut Meningkat, Singgung Hubungan dengan Rusia. Foto: dibuat oleh AI/Portalone.net

Portalone.net – Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, membawa kabar mengkhawatirkan terkait aktivitas nuklir Korea Utara (DPRK). Grossi menyebut negara pimpinan Kim Jong Un tersebut telah meningkatkan kemampuan produksi senjata nuklirnya secara signifikan.

Pernyataan ini disampaikan Grossi pada Rabu (15/4) waktu setempat. Kesimpulan tersebut diambil berdasarkan hasil pemantauan terbaru terhadap aktivitas nuklir Korut yang terus menggeliat, bahkan di tengah memanasnya situasi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

“Semua itu menunjukkan peningkatan yang serius dalam kemampuan DPRK di bidang produksi senjata nuklir,” ujar Grossi sebagaimana dikutip dari The Straits Times, Kamis (16/4/2026).

Aktivitas Masif di Kompleks Yongbyon

Berdasarkan data IAEA, aktivitas mencurigakan terpantau di berbagai titik vital. Mulai dari pengoperasian reaktor 5MW, fasilitas pengolahan ulang, hingga reaktor air ringan di kompleks nuklir Yongbyon.

Tak hanya itu, IAEA juga mendeteksi adanya pembangunan fasilitas baru yang menyerupai pabrik pengayaan uranium. Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa kapasitas produksi material hulu ledak Pyongyang terus bertambah.

Grossi memperkirakan, program nuklir Korea Utara saat ini telah berhasil menghasilkan puluhan hulu ledak. Indikasi ini diperkuat dengan adanya aktivitas di berbagai fasilitas rahasia yang berada di luar area Yongbyon.

Analisis Satelit Dukung Temuan IAEA

Temuan IAEA ini sejalan dengan analisis dari Center for Strategic and International Studies (CSIS). Dalam laporannya pada 13 April, citra satelit terbaru menunjukkan keberadaan fasilitas pengayaan uranium baru yang diduga kuat mampu memproduksi material senjata pemusnah massal.

Bagaimana Peran Rusia?

Meski hubungan Pyongyang dan Moskow semakin mesra, Grossi menyatakan pihaknya belum menemukan bukti konkret keterlibatan teknologi Rusia dalam program senjata nuklir Korut.

Ia menilai, kerja sama antara Rusia dan Korea Utara sepanjang tahun 2025 kemungkinan besar masih terbatas pada proyek nuklir untuk tujuan sipil. Meski demikian, IAEA menegaskan akan terus memantau pergerakan tersebut dengan ketat.

Di akhir pernyataannya, Grossi memberikan peringatan keras bagi negara-negara yang ambisius mengejar senjata nuklir.

“Bergerak menuju senjata nuklir tidak akan pernah memberikan peningkatan keamanan bagi negara mana pun,” tegasnya.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait

Komentar (0)

Mari berdiskusi dengan sehat. Hindari kata-kata kasar dan provokasi.

😀 😂 😍 🙏 👍 🔥 🎉 😢

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Registrasi Diperlukan

Silahkan daftar untuk bergabung dalam diskusi.

Sudah punya akun? Login di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *