Al Haris mengajak jajaran Pemprov Jambi menetapkan target bersama membawa Jambi masuk 10 besar provinsi terbaik nasional dalam berbagai indikator kinerja pemerintahan. Ia mencontohkan capaian Provinsi Jambi, antara lain peringkat pertama nasional dalam penilaian Ombudsman RI serta peningkatan pada Monitoring Center for Prevention (MCP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Selain itu, ia menyoroti penempatan sumber daya manusia (SDM) yang tepat dan profesional di setiap OPD. Ia meminta pimpinan perangkat daerah melakukan evaluasi dan penyesuaian personel bila diperlukan untuk mendukung visi dan misi pembangunan. “Ini prinsip kerja, bukan persoalan pribadi,” tegasnya.
Terkait pelaksanaan program, Al Haris mengingatkan setiap penugasan harus memiliki output dan outcome yang jelas, bukan sekadar laporan administratif tanpa dampak bagi masyarakat. Ia juga meminta perangkat daerah menyiapkan regenerasi aparatur mengingat sejumlah pejabat akan memasuki masa pensiun dalam beberapa tahun ke depan.
Dalam pengelolaan anggaran, ia menegaskan efisiensi anggaran tidak boleh melemahkan kinerja pemerintah daerah. Menurutnya, efisiensi harus mendorong kreativitas, inovasi, dan optimalisasi potensi daerah, terutama untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Gubernur turut menekankan pentingnya integritas aparatur, khususnya bagi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), agar tidak terjadi penyimpangan dan praktik korupsi. “Tunjuklah orang-orang yang benar-benar mampu, jujur, dan bertanggung jawab,” katanya.
Menutup arahannya, Al Haris mengajak seluruh jajaran Pemprov Jambi bekerja maksimal dengan semangat pengabdian serta mendukung kebijakan dan program strategis pemerintah pusat. “Mudah-mudahan Allah SWT meridhoi dan memberkahi niat baik serta kerja keras kita semua dalam membangun Provinsi Jambi yang lebih maju dan berdaya saing,” ujarnya.







