Meskipun jembatan telah diuji dengan beban lebih besar, Kordinator Dirjen Bina Marga Jambi, Diaz Sodik, menegaskan bahwa kendaraan yang diperbolehkan melintas maksimal berbobot 20 ton, termasuk muatan.
“Total berat kendaraan ditambah muatan maksimal 20 ton. Kepada pengendara yang melintas diminta memperhatikan beban kendaraannya masing-masing. Jika melebihi batas, muatan harus dikurangi atau mencari jalur alternatif,” tegasnya.
Jembatan Bailey ini memiliki panjang 30 meter dan lebar 4,5 meter, yang cukup untuk menopang arus lalu lintas sementara. Hingga Selasa sore, para pekerja masih menyelesaikan pengaspalan jalan menuju jembatan guna memastikan kelancaran akses bagi kendaraan.
Setelah penyelesaian pengaspalan, kendaraan diperkirakan mulai bisa melintas pada Rabu, 12 Maret 2025. Dengan adanya jembatan darurat ini, akses utama Jambi-Sumbar dapat kembali normal setelah hampir dua minggu terputus.
Warga dan pengendara diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintas, mengingat jembatan masih bersifat sementara. Pihak kepolisian dan dinas terkait juga akan terus memantau kondisi jembatan demi memastikan keselamatan pengguna jalan. (one)







