Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, Daryono mengatakan, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake) akibat aktivitas sesar aktif di daratan.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa yang terjadi memiliki mekanisme sumber kombinasi pergerakan turun-geser (oblique normal),” katanya.
Baca Juga : Air Minum Murni Bisa Jadi Detoksifikasi Tubuh
Hingga pukul 06.42 WIB, BMKG mencatat ada 1 gempa susulan dengan M 2,8 pukul 06.42 WIB. Dilaporkan terjadi beberapa kerusakan pada rumah warga.
“Kerusakan terjadi pada pagar yang terbuat dari batu-bata,” katanya.
“Dampak Gempa M 4,8 Gianyar, Bali pada tanggal 21 September 2024 pukul 07:26 WITA dilaporkan satu bangunan rumah rusak ringan (genteng rontok) di Barak Kutri, Desa Singapadu Tengah, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar,” tambahnya. (one)













