“Kasih tau info, jangan mau diemin, kasih tau. ‘Maaf pak, lagi ada masalah mesin’. Ngomong, punya mulut, ngomong,” ucapnya.
Kondisi kabin yang disebut panas turut memperburuk suasana. Penumpang itu juga mempertanyakan minimnya penjelasan sejak awal terkait alasan pesawat belum berangkat.
“5 jam ini woy, 5 jam nunggu di sini. Tadi aja nggak bisa ngomong soal pesawatnya, kenapa-kenapa,” katanya.
Sejumlah penumpang lain menilai kejadian tersebut merugikan, terutama bagi mereka yang memiliki agenda penting setibanya di Denpasar. Insiden ini kembali menyoroti pentingnya komunikasi dan transparansi maskapai kepada penumpang ketika terjadi gangguan operasional, khususnya jika penundaan berlangsung lama.







