Namun, ia menambahkan mal tetap punya keunggulan untuk kategori tertentu, seperti pakaian, sepatu, kue-kue premium, hingga hampers yang membutuhkan pengecekan fisik.
Mal Genjot Program Imlek
Pihak pengelola mal umumnya menyiapkan rangkaian acara untuk menarik kunjungan, mulai dari dekorasi bernuansa merah-emas, bazar tematik, hingga pertunjukan barongsai pada akhir pekan. Beberapa mal juga menambah program diskon bertahap dan hadiah langsung untuk pembelanjaan minimal tertentu.
“Pengunjung biasanya naik saat acara berlangsung. Jadi kami fokus di weekend, karena keluarga cenderung datang ramai-ramai,” ujar seorang perwakilan manajemen mal.
Sementara itu, tenant makanan dan minuman cenderung lebih stabil dibanding gerai fesyen. Di beberapa area kuliner, kursi terisi bergantian, terutama pada jam makan siang dan malam.
Pedagang Berharap Pergerakan Menguat
Meski suasana masih relatif sepi, pedagang berharap tren kunjungan segera meningkat menjelang perayaan. Produk yang paling dicari umumnya adalah busana bernuansa merah, kue-kue khas, paket hampers, serta kebutuhan dekorasi rumah.
“Biasanya orang belanja mendekati hari H. Kalau keluarga sudah fix kumpul, baru beli hampers. Mudah-mudahan weekend ini naik,” kata Siska, pemilik usaha hampers yang membuka stan musiman.
Di sisi lain, beberapa pengunjung mengaku memilih datang lebih awal untuk menghindari keramaian puncak. “Kalau bisa beli sekarang ya mending sekarang, biar enggak berebut,” ujar Rani.







