Portalone.net – Pemerintah berencana menerapkan kebijakan kerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN) sebelum dan setelah Hari Raya Idul Fitri. Anggota Komisi II DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, menilai kebijakan tersebut perlu dikaji secara mendalam agar tidak menimbulkan dampak negatif.
“Penerapan WFA itu seperti pisau bermata dua, bisa menguntungkan dan sebaliknya juga dapat merugikan,” kata Deddy kepada wartawan, Rabu (11/2/2026).
Deddy menyebut WFA berpotensi meningkatkan produktivitas ASN di sejumlah sektor atau jenis pekerjaan. Menurutnya, fleksibilitas kerja dapat berdampak positif bagi kondisi psikologis pegawai karena terhindar dari kemacetan, memiliki lebih banyak waktu bersama keluarga, serta berkontribusi terhadap peningkatan konsumsi dan ekonomi riil.
“Di beberapa sektor atau jenis pekerjaan bisa meningkatkan produktivitas, baik untuk kejiwaan karena terhindar dari macet dan atau ada waktu untuk keluarga dan bahkan bisa membantu mendorong konsumsi serta ekonomi riil,” ujarnya.
Meski demikian, Deddy mengingatkan agar kebijakan WFA tidak diterapkan secara serampangan. Ia meminta pemerintah mempertimbangkan keadilan bagi ASN yang tidak memungkinkan bekerja secara jarak jauh.
“Penerapan WFA harus dikaji secara mendalam dari seluruh aspek dan tidak diterapkan secara serampangan. Juga harus dipikirkan bagaimana keadilan bagi yang tidak bisa menikmati WFA,” katanya.







