Pihak Kodaeral VIII turut melakukan koordinasi dan mediasi dengan pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.
Sebelumnya, pengeroyokan terjadi di Pelabuhan Umum Melonguane pada Kamis (22/1) sekitar pukul 23.30 Wita. Tokoh adat Talaud, Godfried Timpua, mengatakan korban menegur para oknum prajurit yang dinilai mengganggu kenyamanan pemancing dan warga di pelabuhan. Namun, teguran tersebut diduga memicu pengeroyokan.
Insiden itu memicu kemarahan warga hingga Mako Lanal Melonguane didatangi massa pada Jumat (23/1). Godfried menyebut aksi berlangsung spontan dan berujung ricuh, menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas, termasuk pagar dan bagian teras markas.













