JAKARTA – Pemerintah Indonesia tengah menjajaki lima kesepakatan strategis dengan Amerika Serikat sebagai respons atas kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan Presiden AS Donald Trump.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, langkah ini diambil untuk meredam dampak kebijakan perdagangan AS yang memberlakukan bea masuk hingga 32 persen terhadap sejumlah produk ekspor Indonesia.
Dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang digelar secara virtual pada Kamis (24/4), Sri Mulyani menyampaikan bahwa pemerintah telah memulai proses komunikasi dan negosiasi dengan pihak AS.
“Pemerintah telah menjajaki proses, menjalankan komunikasi, dan proses negosiasi dengan pemerintah AS dalam merespons kebijakan tarif resiprokal yang diberlakukan AS kepada Indonesia dan negara-negara lain di dunia,” kata Sri Mulyani.
Berikut lima kesepakatan utama yang tengah dibahas:













