Hingga kini, belum ada data resmi yang dapat menggambarkan seberapa luas keterkaitan antara tren pamer kemewahan di media sosial dengan praktik tersebut. Namun, perbincangan publik menunjukkan meningkatnya perhatian terhadap dampak media sosial terhadap perilaku, relasi pergaulan, dan pembentukan citra diri.
Pengamat komunikasi digital kerap mengingatkan bahwa media sosial dapat membentuk standar keberhasilan yang bias, karena yang ditampilkan pengguna biasanya merupakan potongan terbaik dari kehidupan mereka. Kondisi ini dapat memicu kompetisi sosial, tekanan psikologis, dan perilaku konsumtif, terutama di kalangan pengguna muda.
Masyarakat diimbau lebih kritis dalam menyikapi konten kemewahan di media sosial serta mengutamakan penggunaan teknologi untuk hal produktif dan aman.







