Portalone.net, Health – Asam lambung naik, atau dikenal juga dengan istilah gastroesophageal reflux disease (GERD), adalah kondisi ketika asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan. Ketika asam lambung naik atau “refluks,” gejala yang muncul sering kali berupa rasa terbakar di dada (heartburn), mulas, atau rasa asam di mulut.
Kondisi ini terjadi akibat lemahnya otot katup yang menghubungkan lambung dan kerongkongan, yang seharusnya mencegah asam naik. Jika dibiarkan tanpa pengobatan, refluks asam lambung dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan kerongkongan dan mempengaruhi kualitas hidup seseorang.
Berikut beberapa ciri-ciri asam lambung naik :
- Nyeri dada (Heartburn)
Rasa terbakar atau panas di dada, biasanya setelah makan atau ketika berbaring. Ini adalah gejala paling umum yang dirasakan oleh orang yang mengalami asam lambung naik. - Mulas
Perasaan tidak nyaman atau rasa terbakar yang muncul di perut bagian atas atau dada. - Susah Menelan (Disfagia)
Penderita mungkin merasa kesulitan atau sakit saat menelan makanan atau cairan. - Regurgitasi
Munculnya rasa asam atau pahit di mulut akibat asam lambung yang naik ke kerongkongan. - Batuk Kering dan Tenggorokan Terasa Teriritasi
Asam lambung yang naik dapat mengiritasi tenggorokan dan menyebabkan batuk kering, terutama pada malam hari. - Mual
Penderita bisa merasakan mual, terutama setelah makan, meskipun jarang sampai muntah. - Sakit Tenggorokan atau Suara Serak
Asam lambung yang naik ke tenggorokan dapat menyebabkan iritasi, yang menyebabkan sakit tenggorokan atau suara serak. - Perasaan Tercekik atau Benjolan di Tenggorokan
Beberapa orang mungkin merasa seperti ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokan mereka.
Baca Juga: Rekomendasi 5 Obat Batuk Alergi di Apotik
Mengobati asam lambung yang naik atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) melibatkan beberapa pendekatan, baik melalui perubahan gaya hidup, obat-obatan, maupun, dalam kasus yang lebih serius, prosedur medis.
Berikut solusi untuk mengatasi asam lambung:
1. Perubahan Gaya Hidup:
- Makan dalam porsi kecil: Hindari makan terlalu banyak dalam satu waktu. Makan dalam porsi kecil dapat mengurangi tekanan pada perut dan mencegah asam lambung naik.
- Hindari makanan pemicu: Beberapa makanan bisa memicu naiknya asam lambung, seperti makanan pedas, asam (jeruk, tomat), cokelat, makanan berlemak, dan kafein.
- Jangan berbaring setelah makan: Cobalah untuk tetap tegak setidaknya 2-3 jam setelah makan. Berbaring segera setelah makan bisa menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan.
- Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi: Jika mengalami asam lambung pada malam hari, tidur dengan kepala yang sedikit lebih tinggi dapat mencegah asam lambung naik. Gunakan bantal atau atur tempat tidur agar kepala berada lebih tinggi dari perut.
- Mengelola stres: Stres bisa memperburuk gejala asam lambung. Cobalah teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau pernapasan dalam.
- Menurunkan berat badan: Berat badan berlebih dapat memberi tekanan tambahan pada perut, yang meningkatkan kemungkinan asam lambung naik.
2. Obat-obatan:







