Kronologi Serangan
Berdasarkan keterangan resmi UNIFIL, insiden tragis ini terjadi akibat ledakan proyektil di pos yang terletak di dekat Adchit Al Qusayr. Meski demikian, pihak PBB menyatakan masih menyelidiki asal-usul proyektil tersebut.
“Kami tidak mengetahui asal-usul proyektil tersebut. Kami telah meluncurkan penyelidikan untuk menginvestigasi peristiwa ini,” tulis pernyataan UNIFIL sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.
Di sisi lain, Kantor Berita Nasional (NNA) Lebanon melaporkan bahwa militer Israel melakukan serangan di sekitar wilayah markas unit Indonesia pada Minggu malam. Wilayah Lebanon Selatan memang diketahui menjadi titik panas bentrokan antara militer Israel dengan kelompok Hizbullah.
Desakan Kepatuhan Hukum Internasional
Indonesia kembali menegaskan bahwa keselamatan personel penjaga perdamaian PBB harus dijamin sepenuhnya sesuai dengan hukum internasional. Segala bentuk ancaman terhadap pasukan UNIFIL dinilai tidak dapat ditoleransi karena merusak stabilitas kawasan.
“Keselamatan dan keamanan penjaga perdamaian PBB harus dihormati sepenuhnya setiap saat. Segala bentuk ancaman terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak dapat diterima,” tegas Kemlu RI.
Sebagai informasi, Indonesia merupakan salah satu kontributor pasukan terbesar di UNIFIL dengan mengirimkan sekitar 1.200 personel dari total 10.000 pasukan penjaga perdamaian yang bertugas mengawasi garis demarkasi Lebanon-Israel.







