Portalone.net – Pemerintah Amerika Serikat Donald Trump resmi mengumumkan pemberian imbalan atau hadiah hingga 10 juta dollar AS atau setara Rp 169,6 miliar (asumsi kurs Rp 16.960 per dollar AS) bagi siapa pun yang memiliki informasi terkait keberadaan pejabat tinggi militer dan intelijen Iran.
Dalam daftar pencarian tersebut, nama Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, menjadi target utama bersama sembilan pejabat lainnya yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Mengutip pernyataan resmi Departemen Luar Negeri AS melalui situs resminya, langkah ini merupakan upaya untuk memperlemah kekuatan IRGC, pasukan elite yang setia kepada kepemimpinan ulama Syiah di Iran.
Target sayembara ini mencakup tokoh-tokoh kunci yang dianggap bertanggung jawab atas operasi militer dan intelijen yang dinilai mengancam stabilitas kawasan.
“Hadiah ini ditawarkan bagi informasi yang berujung pada identifikasi atau lokasi individu-individu tersebut,” tulis pernyataan resmi Departemen Luar Negeri AS.
Mojtaba Khamenei diketahui baru saja menduduki posisi tertinggi di Iran menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei. Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam sebuah serangan gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.
Meski telah merilis pernyataan perdana pada Kamis (12/3/2026), keberadaan fisik Mojtaba hingga kini masih menjadi misteri. Ia diyakini mengalami luka-luka dalam serangan yang menewaskan ayahnya tersebut dan belum pernah muncul kembali di hadapan publik.
Langkah AS ini dilakukan di tengah situasi keamanan Timur Tengah yang kian memanas. Selain menawarkan imbalan besar, Washington juga telah mengerahkan sejumlah kapal perang dan sedikitnya 2.500 personel Marinir ke kawasan tersebut guna mengantisipasi kemungkinan serangan balasan.
IRGC sendiri merupakan pilar utama pertahanan Iran yang memiliki pengaruh besar tidak hanya di bidang militer, tetapi juga dalam peta politik dan ekonomi negara tersebut.







