Operasi Militer Skala Besar
Di sisi lain, militer AS melaporkan telah menyerang lebih dari 6.000 target di Iran dalam 14 hari terakhir. Operasi ini bertujuan melumpuhkan kemampuan rudal, drone, dan kekuatan angkatan laut Iran.
Hegseth menegaskan bahwa Washington tidak akan mengendurkan tekanan militer dalam waktu dekat.
“Kami akan terus menekan, terus mendorong, terus maju. Tidak ada ampun bagi musuh kami,” tegasnya didampingi Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Dan Caine.
Hampir dua pekan serangan udara ini dilaporkan telah menewaskan sekitar 2.000 orang di Iran.
Sementara di pihak Amerika Serikat, total 11 tentara dilaporkan tewas sejak operasi dimulai pada 28 Februari lalu. Insiden terbaru terjadi pada Jumat (13/3/2026), di mana enam personel AS gugur setelah pesawat pengisian bahan bakar jatuh di Irak Barat akibat insiden tabrakan di udara.
Sebagai langkah antisipasi eskalasi, Pentagon telah mengirimkan tambahan kekuatan, termasuk kapal serbu amfibi USS Tripoli (LHA-7) dan sekitar 2.500 personel Marinir ke kawasan tersebut.







