Respons Rusia dan China: AS “Penghasut” Krisis
Menanggapi tudingan tersebut, Duta Besar Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzya, balik menuduh AS sedang mengobarkan “histeria” demi mencari alasan untuk melancarkan operasi militer terhadap Teheran.
“Hal ini dilakukan untuk memastikan eskalasi besar-besaran di Timur Tengah dan sekitarnya,” ujar Nebenzya.
Senada dengan Rusia, Duta Besar China untuk PBB, Fu Cong, menjuluki Washington sebagai “penghasut” krisis. Ia menilai penggunaan kekerasan dan tekanan oleh AS selama proses negosiasi telah membuat upaya diplomatik menjadi sia-sia.
Konflik diplomatik di PBB ini terjadi di tengah situasi Timur Tengah yang masih membara.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengeklaim bahwa serangan militer terhadap tiga situs nuklir utama Iran pada Juni tahun lalu dilakukan untuk mencegah Teheran memiliki senjata nuklir. Ketegangan semakin memuncak pasca-insiden 28 Februari lalu yang memicu konfrontasi fisik di kawasan tersebut.
Sementara itu, Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, tetap bersikukuh bahwa program nuklir negaranya bersifat damai dan menolak segala tuduhan yang menjadi dasar sanksi internasional.







