Kilang Ruwais UEA Berhenti Operasi Usai Diserang Drone, Pasokan Minyak Dunia Terancam

Ilustrasi Kilang minyak dunia.

Eskalasi di Kawasan Teluk

Serangan terhadap Ruwais diduga merupakan bagian dari upaya Teheran untuk melumpuhkan instalasi energi di negara-negara Teluk. Selain UEA, fasilitas raksasa Ras Tanura milik Aramco di Arab Saudi juga dilaporkan menjadi sasaran serangan.

Kondisi genting ini memaksa sejumlah raksasa energi mengambil langkah ekstrem:

Bacaan Lainnya
  • QatarEnergy: Menghentikan produksi dan menyatakan status force majeure.

  • Kuwait: Mengambil langkah serupa setelah mencegat ratusan rudal dan drone.

  • Pasar Global: Harga minyak dunia sempat melonjak hingga 30 persen akibat ketidakpastian ini.

Pakar dari Arab Gulf States Institute, Robert Mogielnicki, menilai sektor energi Teluk saat ini sedang “dihantam dari berbagai arah,” mulai dari serangan fisik pada infrastruktur hingga hambatan logistik di jalur ekspor.

Hingga saat ini, negara-negara di kawasan seperti Kuwait dan Bahrain terus meningkatkan pertahanan udara mereka. Kuwait melaporkan telah menjatuhkan setidaknya 237 rudal dan 445 drone sejak konflik pecah, sementara Bahrain mencegat ratusan proyektil serupa demi melindungi infrastruktur vital mereka.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *