Portalone.net – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pernyataan mengejutkan terkait ketegangan yang kian memanas di Timur Tengah. Trump menyatakan membuka kemungkinan untuk mengirim pasukan darat ke Iran guna mengamankan persediaan uranium yang diperkaya di negara tersebut.
Langkah ekstrem ini disebut sebagai bagian dari upaya besar Washington untuk membongkar total program nuklir Teheran.
“Mungkin suatu saat nanti kita akan melakukannya. Itu akan menjadi hal yang luar biasa,” ujar Trump kepada awak media dalam pengarahan di atas pesawat kepresidenan Air Force One, Sabtu (7/3), sebagaimana dikutip dari AFP.
Meski demikian, Trump menegaskan bahwa hingga saat ini opsi tersebut belum dieksekusi. “Kami belum mengejarnya, tetapi itu sesuatu yang bisa kami lakukan nanti,” sambungnya.
Pernyataan Trump ini muncul di tengah keraguan para kritikus terkait efektivitas perang AS-Israel melawan Iran. Sejumlah pihak menilai bahwa serangan udara saja tidak akan cukup untuk menghancurkan kemampuan militer Iran maupun mencegah pengembangan bom nuklir secara permanen.
Saat ditekan mengenai potensi penggunaan pasukan darat secara umum, Trump tidak menampik kemungkinan tersebut, namun ia memberikan catatan khusus.
“Mungkinkah? Mungkin saja, untuk alasan yang sangat bagus. Harus ada alasan yang sangat bagus,” tegas Trump.
Ia sesumbar bahwa jika militer AS benar-benar melancarkan invasi darat, kekuatan tempur Iran akan dilumpuhkan hingga ke level terendah. “Saya akan mengatakan jika kita pernah melakukan itu, mereka akan sangat hancur sehingga mereka tidak akan mampu bertempur di tingkat akar rumput,” tambahnya.
Di sisi lain, AS dilaporkan tengah menjalankan strategi paralel dengan mendekati kelompok oposisi Kurdi. Washington disebut sedang bernegosiasi untuk mempersenjatai kelompok tersebut guna memicu pemberontakan domestik di Iran.
Pejabat AS menyatakan bahwa tujuan jangka pendeknya adalah melemahkan pasukan keamanan Iran dari dalam dan memfasilitasi protes rakyat. Namun, secara strategis, AS berharap pasukan Kurdi dapat membantu merebut dan mengendalikan wilayah Iran Utara demi menciptakan zona penyangga (buffer zone) bagi keamanan Israel.
Berdasarkan laporan Axios, Trump dikabarkan telah menjalin komunikasi langsung dengan sejumlah tokoh kunci Kurdi, antara lain:







