Portalone.net – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, mengungkapkan alasan di balik keputusan Washington meluncurkan serangan militer ke Iran bersama Israel pada 28 Februari lalu.
Rubio menyebutkan bahwa langkah militer tersebut diambil karena “terinspirasi” oleh rencana Israel. Selain itu, serangan pendahuluan (pre-emptive strike) ini diklaim sebagai upaya untuk meminimalisir korban di pihak AS akibat potensi serangan balasan Iran.
Antisipasi Serangan Balasan
Rubio mengakui bahwa Amerika Serikat sudah mengetahui rencana Israel untuk menggempur Iran lebih dulu. Pihak intelijen AS memprediksi bahwa Teheran akan membalas setiap serangan Israel dengan menargetkan pangkalan militer AS yang tersebar di Timur Tengah.
“Kami tahu bahwa akan ada aksi dari Israel,” ujar Rubio saat ditemui di Capitol Hill, Senin (2/3/2026), sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.
“Kami tahu hal itu akan memicu serangan terhadap pasukan Amerika. Jika kami tidak menyerang mereka terlebih dahulu sebelum mereka melancarkan serangan tersebut, kami akan mengalami korban yang lebih besar,” tambah Rubio.
Pernyataan ini muncul hanya berselang beberapa menit sebelum militer AS mengonfirmasi bahwa jumlah korban tewas di pihak mereka akibat serangan balasan Iran kini telah meningkat menjadi enam orang.






