Portalone.net – Eskalasi konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran dilaporkan kian meluas. Sebuah drone menghantam pangkalan militer Inggris, Royal Air Force (RAF) Akrotiri di Siprus, pada Senin (2/3/2026).
Insiden ini dikonfirmasi langsung oleh Presiden Siprus Nikos Christodoulides dan Kementerian Pertahanan Inggris. Beruntung, serangan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Berikut adalah fakta-fakta terkait serangan drone di pangkalan Akrotiri:
1. Serangan Terjadi Tengah Malam
Presiden Nikos mengungkapkan serangan drone jenis Shahed tersebut terjadi pada pukul 00.03 waktu setempat. Akibat hantaman itu, fasilitas militer di pangkalan mengalami kerusakan minor.
“Semua layanan yang berwenang berada dalam status siaga penuh dan kesiapan operasional,” tegas Nikos dikutip dari Reuters.
2. Satu Drone Berhasil Dicegat
Pihak pangkalan RAF Akrotiri melaporkan bahwa sebenarnya ada dua drone yang mengarah ke fasilitas mereka. Selain satu drone yang menimbulkan kerusakan ringan, satu drone lainnya berhasil dicegat sebelum menghantam target.
3. Siprus Ogah Terseret Konflik
Meski wilayahnya menjadi sasaran, Presiden Nikos menegaskan posisi negaranya. Siprus yang saat ini memegang presidensi bergilir Uni Eropa menyatakan tidak berniat terlibat dalam operasi militer apa pun.
“Siprus tidak terlibat dan tidak berniat ikut serta dalam operasi militer,” tegasnya.
4. Personel Non-Esensial Dievakuasi
Pasca-ledakan, pihak pangkalan mengimbau warga di sekitar Akrotiri untuk tetap berada di dalam ruangan. Personel militer yang tidak bersifat esensial juga telah dipindahkan sebagai langkah antisipasi, meski fasilitas lain tetap beroperasi normal.
5. Buntut Restu Inggris ke AS
Insiden ini terjadi hanya sehari setelah Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, memberikan lampu hijau kepada Amerika Serikat. Starmer menyetujui permintaan AS untuk menggunakan pangkalan militer Inggris sebagai titik serangan defensif terhadap sistem rudal Iran.
Sebagai informasi, RAF Akrotiri adalah wilayah kedaulatan Inggris di ujung selatan Siprus yang telah digunakan sejak 1960. Pangkalan ini sering menjadi basis operasi militer penting di kawasan Irak, Suriah, hingga Yaman.
Hantaman drone ini menandai eskalasi signifikan bahwa konflik Israel-Iran kini mulai berdampak langsung pada aset-aset negara Barat di wilayah Mediterania.






