Gawat! Kapal Tanker Tenggelam Ditembak di Selat Hormuz, Dunia Terancam Krisis Energi

Ketegangan di Selat Hormuz: Mengenang Latihan Tempur IRGC di Tengah Kepungan Kapal Perang AS 2026. (FARS/HAMED JAFARNEJAD via AFP)

Portalone.net – Situasi di Timur Tengah makin membara! Sebuah kapal tanker minyak dilaporkan tenggelam setelah dihantam serangan saat mencoba melintasi Selat Hormuz pada Minggu (1/3/2026). Insiden ini terjadi hanya sehari setelah Iran secara resmi menutup jalur pelayaran paling vital di dunia tersebut.

Stasiun televisi pemerintah Iran mengonfirmasi karamnya kapal tersebut. Dalam siaran tersebut, tampak asap hitam pebal membubung tinggi dari badan kapal yang terbakar di tengah laut.

Bacaan Lainnya

“Nasib kapal tanker minyak yang dihantam saat mencoba melewati Selat Hormuz secara ilegal adalah, kapal itu sekarang tenggelam,” lapor media pemerintah Iran tersebut, dikutip Senin (2/3/2026).

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai siapa pemilik kapal tersebut atau dari mana asal tembakan yang menenggelamkannya.

Baca Juga:  Arab Saudi Kutuk Serangan Iran ke Negara Teluk, Ledakan Terdengar di Riyadh

Buntut Tewasnya Ayatollah Ali Khamenei

Ketegangan ini mencapai puncaknya setelah serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Sebagai balasan, Garda Revolusi Iran (IRGC) langsung menutup total Selat Hormuz dengan alasan keamanan yang memburuk.

“Selat Hormuz ditutup bagi kapal-kapal karena kondisi keamanan yang memburuk,” tegas pernyataan resmi IRGC.

Mengapa Selat Hormuz Sangat Vital?

Dunia kini menahan napas. Penutupan selat yang hanya memiliki lebar 33 kilometer di titik tersempitnya ini diprediksi bakal mengacak-acak ekonomi global. Berikut fakta ngerinya jika jalur ini lumpuh:

  • Jalur Nadi Energi: Seperempat minyak dunia dan seperlima gas alam cair (LNG) global melintasi jalur ini.

  • Volume Raksasa: Sekitar 20 juta barel minyak mentah, kondensat, dan bahan bakar lewat di sini setiap hari.

  • Ketergantungan Asia: Data EIA menyebut 82% pengiriman minyak dari sini ditujukan ke konsumen di Asia, termasuk potensi dampaknya ke pasokan BBM di Indonesia.

  • Negara Eksportir Terjepit: Negara raksasa minyak seperti Arab Saudi, UEA, Kuwait, dan Irak sangat bergantung pada jalur ini untuk mengekspor hasil bumi mereka.

Ancaman Kelangkaan BBM

Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), sebelumnya sudah mewanti-wanti dampak ngeri dari konfrontasi ini. Menurutnya, serangan AS ke Iran akan memicu lonjakan harga minyak mentah dunia secara drastis yang berujung pada kelangkaan BBM di berbagai negara.

Secara geografis, Iran memang memegang “leher” dunia. Posisi mereka di pantai utara memberi kontrol penuh atas jalur keluar-masuk Teluk Persia. Jika penutupan ini berlangsung lama, krisis energi global 2026 bukan lagi sekadar prediksi, melainkan kenyataan pahit di depan mata.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *