Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam Serangan Udara

Ilustrasi Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: AI / Portalone.net)

Eskalasi di Kawasan

Dampak dari serangan ini langsung terasa di luar perbatasan Iran. Laporan menyebutkan adanya serangan balasan Iran terhadap sekutu AS di Bahrain dan Qatar. Di Dubai, sebuah drone dilaporkan jatuh di sebuah hotel mewah, memicu kepanikan di pusat bisnis global tersebut.

Di dalam negeri AS, tindakan Presiden Trump memicu perdebatan sengit. Senator Demokrat Jack Reed menuduh Trump menjerumuskan bangsa ke dalam “perang besar” tanpa strategi akhir yang jelas maupun izin dari Kongres. Kritik bahkan datang dari sekutu politik Trump sendiri, Marjorie Taylor Greene, yang menyebut kebijakan ini sebagai “pengkhianatan terhadap prinsip America First.”

Apakah Rezim Akan Runtuh?

Meskipun kematian Khamenei adalah pukulan simbolis yang telak, sejumlah ahli berpendapat bahwa sistem Velayat-e Faqih (Pemerintahan Ulama) tidak akan runtuh seketika.

Seorang profesor ilmu politik asal Teheran mengungkapkan kepada The New Arab bahwa selama ini Khamenei bukanlah pengambil keputusan tunggal. “Struktur politik dan militer dikendalikan dengan ketat oleh IRGC. Khamenei lebih berfungsi sebagai ‘wajah’ sistem yang informasinya telah disaring oleh para penasihatnya,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan oleh seorang purnawirawan kolonel IRGC. Ia menilai militer Iran memiliki doktrin yang tidak fokus pada kerugian internal, melainkan pada seberapa besar kerusakan yang bisa mereka timpakan kepada musuh.

Ironisnya, beberapa pihak menilai kematian Khamenei justru mempersulit jalan diplomasi. Dalam sejarah Iran, dibutuhkan pemimpin dengan otoritas absolut untuk mengambil keputusan pahit demi mengakhiri konflik—seperti saat Ayatollah Khomeini setuju untuk “meminum cawan beracun” guna mengakhiri perang Iran-Irak.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *