Portalone.net – Teheran telah mengonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyusul serangan udara besar-besaran yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu (28/2).
Peristiwa ini menandai guncangan politik terbesar di Republik Islam tersebut sejak Revolusi 1979 dan menempatkan kawasan Timur Tengah di ambang konfrontasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Kematian Khamenei terjadi saat Iran sedang menghadapi badai krisis. Selain tekanan militer dari luar, rezim ini sedang berjuang melawan sanksi internasional yang melumpuhkan ekonomi serta krisis domestik terkait distribusi pangan dan air.
Alex Vatanka, peneliti senior di Middle East Institute, mencatat bahwa momentum ini dilihat oleh Washington dan Israel sebagai “peluang emas”.
“Tingkat kebencian rakyat terhadap rezim, terutama setelah peristiwa berdarah Januari lalu, membuat Teheran terlihat sangat rapuh di mata Gedung Putih,” ujar Vatanka.
Risiko Kekosongan Kekuasaan
Meski Presiden AS Donald Trump menyebut serangan ini sebagai jalan menuju perubahan rezim, para analis memperingatkan bahwa transisi menuju demokrasi tidak akan berjalan mudah. Ada kekhawatiran serius mengenai siapa yang akan mengisi kekosongan kekuasaan:






