Portalone.net – Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan dikabarkan telah mengonfirmasi kepada para anggota parlemen bahwa Kim Ju Ae, putri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, dipilih sebagai calon penerus kepemimpinan di Pyongyang.
Konfirmasi itu muncul di tengah sorotan atas kemunculan Kim Ju Ae dalam berbagai agenda strategis Korea Utara, termasuk kunjungan diplomatik ke Beijing pada September 2025 yang disebut sebagai debut internasionalnya. Kehadiran Kim Ju Ae dinilai bukan sekadar pendampingan keluarga, melainkan sinyal politik terkait arah suksesi dinasti Kim.
Dari “pengakuan” Dennis Rodman hingga tampil di peluncuran ICBM
Nama Kim Ju Ae pertama kali mencuat lewat sumber tak biasa: mantan bintang NBA Dennis Rodman. Seusai kunjungannya ke Pyongyang pada 2013, Rodman pernah mengklaim telah menggendong bayi perempuan bernama Ju Ae.
Setelah lama tak terdengar, Kim Ju Ae kemudian tampil mengejutkan pada November 2022, saat Korea Utara melakukan peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM). Sejak momen itu, kemunculannya di ruang publik disebut semakin sering dan kian sarat simbol.
Muncul dengan simbol otoritas
Dalam beberapa kesempatan, media pemerintah Korea Utara mulai menyematkan kata sifat “dihormati” pada Kim Ju Ae sebutan yang dianggap memiliki bobot khusus karena lazim dilekatkan pada figur pemimpin tertinggi.
Selain itu, wajah Kim Ju Ae juga disebut muncul dalam prangko nasional, serta beberapa kali terlihat berada di tengah agenda militer dan menerima penghormatan dari pejabat tinggi, termasuk saat parade.
Kunjungan ke Beijing pada September 2025 turut dianggap sebagai penanda penting karena untuk pertama kalinya Kim Ju Ae disebut tampil di luar Korea Utara dalam konteks urusan multilateral.
Profil yang tetap tertutup
Meski detail pribadinya sangat dirahasiakan, laporan intelijen Korea Selatan sebagaimana disebut dalam naskah ini memberikan gambaran terbatas. Kim Ju Ae dikatakan menjalani home-schooling di Pyongyang dan memiliki minat pada berkuda, ski, serta berenang.







