Dampak Ketegangan AS-Iran, Harga Emas Antam Berpotensi Tembus Rp 3 Juta per Gram

Ilustrasi emas batangan. (Foto: Bloomberg / Getty Images)

Portalone.net – Harga emas dunia diprediksi akan memasuki tren penguatan tajam atau bullish jika eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran benar-benar pecah menjadi konfrontasi militer terbuka.

Sebagai aset aman atau safe haven, emas kembali menjadi primadona para investor di tengah meningkatnya risiko geopolitik global pada awal tahun 2026 ini.

Berikut adalah rangkuman analisis tren harga emas dari berbagai sumber otoritas keuangan:

Ketegangan di Timur Tengah secara historis selalu menjadi katalisator bagi kenaikan harga logam mulia. Analis pasar komoditas memperkirakan, jika serangan militer terjadi, harga emas spot dapat segera menguji level psikologis baru.

Berdasarkan laporan Bloomberg, emas berpotensi melonjak hingga 15 persen hanya dalam hitungan minggu pasca-pecahnya konflik. Mengingat harga emas pada akhir Februari 2026 ini sudah bertengger di kisaran US$ 5.104 per troy ons, bukan tidak mungkin harga akan terbang menuju angka US$ 5.800 hingga US$ 6.000.

“Pasar akan bereaksi secara instan. Emas adalah instrumen pertama yang dicari ketika ketidakpastian global memuncak,” tulis analis dalam laporan riset terbaru, Senin (23/2/2026).

Faktor Pendorong: Minyak dan Inflasi

Selain faktor keamanan, tren kenaikan emas juga akan didorong oleh dua faktor utama lainnya:

Gangguan Pasokan Energi: Konflik di kawasan Teluk berisiko mengganggu jalur pelayaran minyak global. Jika harga minyak mentah melonjak, inflasi global akan ikut terkerek naik, yang secara otomatis meningkatkan daya tarik emas sebagai pelindung nilai (hedging).

Pelemahan Aset Berisiko: Investor diprediksi akan melakukan aksi jual besar-besaran di pasar saham (panic selling) dan memindahkan dana mereka ke aset yang lebih stabil.

Dampak ke Harga Emas Antam

Di dalam negeri, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) diprediksi akan mengikuti jejak harga global. Dengan pelemahan nilai tukar Rupiah yang biasanya menyertai konflik global, harga emas Antam berpotensi menembus rekor baru di atas Rp 3.000.000 per gram.

Meski tren menunjukkan kenaikan, para analis mengingatkan investor untuk tetap waspada terhadap volatilitas tinggi.

“Setelah lonjakan awal, pasar biasanya akan memasuki fase konsolidasi. Penting bagi investor untuk tidak terjebak dalam fomo (fear of missing out) dan tetap memantau rilis data ekonomi AS seperti data inflasi PCE yang juga akan mempengaruhi kebijakan suku bunga The Fed,” pungkas laporan tersebut.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait

Komentar (0)

Mari berdiskusi dengan sehat. Hindari kata-kata kasar dan provokasi.

😀 😂 😍 🙏 👍 🔥 🎉 😢

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Registrasi Diperlukan

Silahkan daftar untuk bergabung dalam diskusi.

Sudah punya akun? Login di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *