Kekurangan (yang paling sering jadi catatan)
1. Harga tetap premium
Media internasional menyorot banderol awal S25 Ultra yang berada di kelas atas (di AS mulai US$1.299) sehingga pembeli kerap mempertimbangkan apakah peningkatannya cukup besar dibanding pendahulu.
2. Penyegaran hardware dinilai tidak “lompatan besar”
Sejumlah ulasan menyebut perubahan hardware terasa terbatas utama di kamera ultrawide dan beberapa penyempurnaan desain sehingga bagi pengguna generasi sebelumnya, upgrade bisa terasa kurang mendesak.
3. S Pen: fitur “Air actions” disebut hilang
Engadget mencatat salah satu kompromi pada S25 Ultra adalah hilangnya dukungan Air actions pada S Pen, yang sebelumnya dipakai untuk kontrol jarak jauh tertentu.
4. Dukungan Qi2 disebut “ready”, tetapi magnet tidak tertanam
Beberapa reviewer menyoroti S25 Ultra tidak menanam magnet Qi2 secara bawaan, sehingga pengalaman aksesori magnetik (misalnya dudukan/charger tertentu) bisa membutuhkan case khusus.
5. Pengisian daya tidak banyak berubah
Ulasan juga mencatat pengisian daya kabel masih di 45W, yang dinilai “cukup” tetapi bukan yang terdepan di kelas flagship saat ini.
6. Bobot dan dimensi tetap besar
Dengan bobot sekitar 218 gram, perangkat ini tetap masuk kategori ponsel besar dan berat, yang bisa memengaruhi kenyamanan bagi sebagian pengguna.
Ringkasnya, S25 Ultra banyak dipandang kuat di AI, layar, performa, dan ultrawide 50MP, namun catatan utama berkisar pada harga premium, upgrade hardware yang tidak drastis, serta kompromi fitur seperti S Pen dan kebutuhan aksesori tambahan untuk pengalaman Qi2 magnetik.







