Arahan itu, kata dia, menekankan pentingnya pembenahan lingkungan secara menyeluruh, mulai dari penanganan sampah, penataan ruang publik, hingga penguatan budaya gotong royong.
“Gerakan Indonesia ASRI adalah amanat Bapak Presiden untuk memperindah dan menata kembali kota-kota kita. Pembersihan sampah, penertiban lingkungan, serta penguatan semangat kebersamaan menjadi kunci dalam membangun daerah yang sehat, nyaman, dan berdaya saing,” ujar Sani.
Sani menegaskan gotong royong tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, budaya kebersamaan harus menjadi kebiasaan sehari-hari di tengah masyarakat, termasuk di rumah, kantor, sekolah, dan lingkungan sekitar.
“Gotong royong ini jangan berhenti hari ini saja. Jadikan sebagai kebiasaan sehari-hari. Jika seluruh masyarakat peduli terhadap pengelolaan sampah dan kebersihan, maka lingkungan yang aman, sehat, dan indah akan terwujud secara berkelanjutan,” katanya.
Pemprov Jambi memilih Danau Sipin sebagai lokasi kegiatan karena dinilai memiliki makna strategis. Danau Sipin merupakan salah satu ikon wisata Kota Jambi yang menjadi ruang interaksi masyarakat sekaligus destinasi unggulan daerah.
Dalam kegiatan itu, seluruh OPD terlibat aktif membersihkan area sekitar danau, mengangkut sampah, menata fasilitas umum, serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Melalui gerakan ini, Pemprov Jambi berharap kepedulian terhadap kebersihan lingkungan semakin menguat, sekaligus mendukung citra positif daerah, terutama untuk sektor pariwisata.







