Warga menilai pola penanganan seperti itu membuat jalan kembali rusak dalam waktu relatif cepat, terutama saat hujan atau lalu lintas padat. Selain mengganggu kenyamanan, jalan berlubang juga disebut meningkatkan risiko kecelakaan, merusak kendaraan, serta memperburuk citra kawasan perkotaan yang semestinya tertata lebih rapi.
Karena itu, warga meminta pemerintah daerah melakukan perbaikan yang lebih serius dan terukur, termasuk pengaspalan ulang secara menyeluruh pada ruas-ruas yang kerusakannya berulang. Mereka berharap jalan dalam kota bisa menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan aktivitas harian masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Provinsi Jambi maupun instansi terkait mengenai evaluasi kondisi jalan dan rencana penanganan jangka panjang terhadap perbaikan jalan yang rusak.













