Bunda PAUD Provinsi Jambi Sosialisasikan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di Kerinci

Bunda PAUD Provinsi Jambi Saat Mensosialisasikan 7 Kebiasaan Anak Hebat di SDN 114/III Siulak
  1. Bangun Pagi

  2. Beribadah

  3. Berolahraga

  4. Makan Sehat dan Bergizi

  5. Gemar Belajar

  6. Bermasyarakat

  7. Tidur Cepat

“Ketujuh kebiasaan ini bukan sekadar rutinitas, tapi merupakan investasi jangka panjang yang akan mencetak generasi yang sehat, cerdas, ceria, dan produktif,” tambahnya.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, terutama orang tua dan guru, untuk bersama-sama menjadi teladan dan penggerak utama dalam implementasi kebiasaan ini. “Peran guru sangat vital dalam mendampingi orang tua. Karena keberhasilan gerakan ini sangat ditentukan oleh sinergi antara sekolah dan rumah,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Hj. Hesti Haris juga meninjau langsung pelaksanaan program di PAUD Kasih Ibu di Desa Demong Sakti, serta SD Negeri 114 Siulak, untuk memastikan bahwa nilai-nilai 7 Kebiasaan Anak Hebat benar-benar dijalankan.

Ketua Pokja Bunda PAUD Provinsi Jambi, Hj. Iin Kurniasih Sudirman, juga menyoroti pentingnya pembentukan dan penguatan Pokja Bunda PAUD hingga ke tingkat desa. Ia menyampaikan bahwa apresiasi Bunda PAUD akan digelar mulai September hingga 20 Oktober 2025.

“Setiap kabupaten akan mengirimkan tiga kandidat terbaik untuk dinilai di tingkat provinsi. Kami telah siapkan sistem seleksi yang ketat, termasuk penyusunan program kerja, profil lengkap, dan SK Pokja yang sah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kerinci, Asril, S.Pd., M.Pd., melaporkan bahwa pihaknya telah merampungkan sosialisasi 7 Kebiasaan Anak Hebat ke seluruh jenjang pendidikan dari PAUD hingga SMP. Ia juga memastikan bahwa program tersebut telah diintegrasikan dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Dengan semangat kolaboratif yang ditunjukkan seluruh pihak, Provinsi Jambi terus melangkah maju dalam membangun fondasi karakter anak-anak sejak usia dini. Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat bukan hanya menjadi slogan, tapi gerakan nyata yang ditanamkan di rumah, sekolah, dan lingkungan masyarakat. (one)

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *